Yuliati Pimpin Dekopinda, Bongkar Tantangan Koperasi

oleh -21 Dilihat
oleh
Yuliati Pimpin Dekopinda, Bongkar Tantangan Koperasi
Pelantikan pengurus Dekopinda Kabupaten Jombang masa bakti 2026-2030, Kamis (16/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Yuliati Nugrahani Warsubi resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Jombang periode 2026–2030 dalam seremoni di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (16/04/2026). Pergantian kepemimpinan dari Edi Santoso ini menjadi momentum krusial di tengah sorotan terhadap stagnasi dan lemahnya daya saing koperasi di daerah.

Pelantikan yang dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, serta jajaran pejabat daerah itu tidak sekadar seremoni, tetapi menegaskan urgensi pembenahan struktural koperasi yang selama ini dinilai belum optimal menopang ekonomi rakyat.

Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, secara terbuka mengungkap persoalan mendasar yang dihadapi koperasi, yakni lemahnya kualitas sumber daya manusia dan minimnya pemahaman jati diri koperasi. Ia menegaskan, koperasi tidak boleh hanya menjadi wadah formalitas berbasis modal, melainkan harus bertumpu pada kekuatan anggota yang memiliki karakter dan kompetensi.

“Tanpa pendidikan perkoperasian yang kuat, pengurus akan kesulitan membangun sinergi dan menghadapi tantangan teknologi serta inovasi,” ujarnya.

Usai dilantik, Yuliati langsung memaparkan arah kebijakan strategis lima tahun ke depan. Ia menargetkan Dekopinda menjadi pusat gerakan koperasi yang aktif dan adaptif, bukan sekadar lembaga administratif. Fokus utamanya adalah mendorong transformasi digital dan memperkuat posisi koperasi kecil agar mampu bersaing dan naik kelas.

“Dekopinda harus hidup, bukan hanya papan nama. Kita dorong modernisasi dan dampingi koperasi kecil agar tidak tertinggal,” tegas Yuliati.

Dalam paparannya, Yuliati merinci delapan langkah strategis yang mencakup penguatan sinergi antar koperasi, digitalisasi sistem, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan akses pembinaan bagi puluhan ribu pelaku UMKM di Jombang. Langkah ini sekaligus menjadi respons atas realitas banyaknya koperasi yang belum mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menekankan bahwa pelantikan ini harus menjadi titik balik kebangkitan koperasi, bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi dengan kebijakan nasional, termasuk gagasan “Koperasi Merah Putih” yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

“Amanah ini besar. Koperasi harus benar-benar hidup dan menjadi pilar ekonomi rakyat, bukan hanya simbol,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjut Warsubi, siap memberikan dukungan konkret melalui pelatihan manajemen, akses pembiayaan KUR, hingga penguatan kolaborasi antara koperasi, UMKM, dan BUMDes. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa tanpa komitmen kuat dari pengurus dan pelaku koperasi, berbagai program tersebut berpotensi tidak efektif.

Ia menutup dengan penegasan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi, bukan sekadar pelengkap kebijakan. “Kalau koperasi mati, ekonomi rakyat ikut melemah. Ini yang harus kita ubah bersama,” tandasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.