Yayasan BIP Gelontorkan Rp.2 Miliar Ke Lapas Pamekasan, Mantan Napi Bakal Diberdayakan Jadi Peternak Sapi dan Ayam

oleh -36 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN,garudasatunews.id  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan masa depan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui kolaborasi strategis bersama Yayasan Barisan Insan Peduli (BIP), Lapas Pamekasan menggelar program pembinaan ekonomi dan motivasi guna mempersiapkan para warga binaan kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif.

 

​Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/6) ini dihadiri langsung oleh perwakilan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Bupati Pamekasan Kholilurrahman, jajaran Lapas Pamekasan, serta Founder BIP, Ali Zainal Abidin.

 

 

​Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Solusi Keterbatasan :

​Dalam sambutannya, perwakilan Kanwil Kemenkumham Jatim menegaskan bahwa keberhasilan reintegrasi sosial tidak bisa bertumpu pada lembaga pemasyarakatan saja. Keterbatasan anggaran dan SDM menuntut adanya sinergi aktif dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.

​”Keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari selesainya masa pidana, tetapi dari bagaimana mereka mampu hidup mandiri, produktif, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

​Pihak Kanwil juga mendorong agar kemitraan antara Lapas Pamekasan dan BIP segera diresmikan melalui Nota Kesepahaman (MoU) untuk memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

 

 

​Dukungan Penuh Pemerintah Daerah :

​Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyambut positif langkah ini dan menyatakan siap memberikan dukungan moral serta struktural. Ia meminta pihak lapas untuk berkoordinasi terkait data warga binaan yang akan bebas agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi proses penyambutan di tingkat desa maupun kecamatan.

​”Kami ingin memastikan mereka diterima kembali oleh masyarakat tanpa bayang-bayang stigma negatif. Keterampilan yang didapat di lapas harus menjadi modal utama meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” tegas Kholilurrahman.

 

 

​Dana Stimulus Rp2 Miliar untuk Sektor Peternakan Madura :

​Langkah konkret diperlihatkan oleh Yayasan BIP yang menggelontorkan dana stimulus sebesar Rp2 miliar. Dana fantastis ini dialokasikan khusus untuk membangun unit usaha produktif di bidang budidaya ayam dan peternakan sapi. Sektor ini dipilih karena dinilai memiliki peluang usaha yang sangat besar dan sesuai dengan potensi keunggulan wilayah Madura.

​Founder BIP, Ali Zainal Abidin, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga pendampingan bisnis yang komprehensif agar mereka bisa mengelola usaha secara mandiri.

​”Kami ingin memastikan mereka memiliki akses nyata terhadap pekerjaan dan penghasilan. Masa lalu adalah pelajaran, dan hari ini adalah titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat,” ungkap Ali saat memberikan sesi motivasi bertajuk “Ke Mana Kita Akan Pergi”.

 

 

​Model Baru Menekan Angka Residivisme :

​Melalui integrasi antara pembinaan di dalam lapas dan pemberdayaan ekonomi setelah bebas, program kolaboratif ini diharapkan menjadi model percontohan (pilot project) pembinaan yang efektif.

​Tidak lagi sekadar berorientasi pada penegakan hukum, langkah progresif ini menjadi bukti nyata upaya memulihkan martabat kemanusiaan—mengubah mantan warga binaan menjadi penggerak ekonomi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi daerahnya.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.