Wisata Sumbergondo Ramai, Dampak Nyata Dipertanyakan

oleh -71 Dilihat
oleh
Wisata Sumbergondo Ramai, Dampak Nyata Dipertanyakan
Ratusan warga menikmati ngopi sore pinggir kali sambil menikmati atraksi tubing di Desa Sumbergondo, Kabupaten Banyuwangi.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Destinasi “Ngopi Pinggir Kali” dan atraksi tubing di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kembali menjadi sorotan dalam rangkaian Banyuwangi Attraction 2026, Minggu (19/4/2026). Lonjakan pengunjung yang memadati kawasan ini memunculkan klaim keberhasilan pengembangan wisata berbasis alam, namun dampak riil dan keberlanjutan pengelolaannya mulai dipertanyakan.

Kawasan yang menawarkan suasana pedesaan dengan aliran sungai jernih ini disebut menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Aktivitas bersantai di tepi sungai hingga tubing menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga yang menghabiskan waktu akhir pekan.

Sejumlah pengunjung mengakui meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Namun, belum ada data resmi yang dirilis pemerintah daerah terkait besaran perputaran ekonomi maupun kontribusi langsung terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Pemanfaatan sungai sebagai objek wisata juga memunculkan pertanyaan terkait aspek keamanan dan pengawasan. Hingga kini, belum terlihat adanya standar operasional prosedur (SOP) yang dipublikasikan secara terbuka terkait keselamatan pengunjung, khususnya pada wahana tubing yang melibatkan risiko di aliran sungai.

Di sisi lain, kebersihan sungai yang saat ini menjadi daya tarik utama dinilai berpotensi terancam jika lonjakan pengunjung tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang memadai. Pengawasan terhadap perilaku wisatawan serta kapasitas daya tampung kawasan menjadi faktor krusial yang belum dijelaskan secara rinci.

Pelaku UMKM lokal memang merasakan peningkatan omzet sejak kawasan tersebut ramai dikunjungi. Namun, ketergantungan terhadap momentum event seperti Banyuwangi Attraction menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan pendapatan di luar musim kunjungan tinggi.

Selain itu, penggunaan kopi lokal Glenmore yang diklaim mendukung petani setempat masih memerlukan penguatan rantai distribusi dan branding agar benar-benar memberikan nilai tambah signifikan bagi produsen di tingkat hulu.

Hingga kini, pengembangan wisata Ngopi Pinggir Kali dinilai masih bertumpu pada daya tarik alami tanpa perencanaan jangka panjang yang terukur. Tanpa regulasi ketat, transparansi data, serta pengawasan berkelanjutan, potensi besar kawasan ini berisiko tidak optimal bahkan memicu persoalan lingkungan dan keselamatan di kemudian hari. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.