Wisata Jember Melejit, Target Destinasi Baru Digenjot

oleh -36 Dilihat
oleh
Wisata Jember Melejit, Target Destinasi Baru Digenjot
Tradisi pegon di Jember menjadi daya tarik wisatawan.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Lonjakan kunjungan wisata ke Kabupaten Jember sepanjang 2025 menembus angka 1.800.014 orang. Angka ini melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menjadi indikator percepatan sektor pariwisata yang mulai menunjukkan dampak ekonomi.

Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember 2025, terjadi kenaikan 577.335 wisatawan. Peningkatan ini turut mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar 2,08 persen atau mencapai Rp50,87 miliar.

Pemerintah daerah mengklaim lonjakan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor strategis, mulai dari pembukaan rute penerbangan langsung, ekspansi industri kreatif seperti restoran dan kafe, hingga optimalisasi desa wisata.

“Pertumbuhan ini merupakan hasil integrasi berbagai sektor, termasuk penguatan desa wisata dan event berskala besar,” ujar Bupati Muhammad Fawait dalam laporannya.

Sepanjang 2025, Pemkab Jember menggelar berbagai agenda untuk menarik wisatawan, mulai dari Jember Fashion Carnival, International Jember Marching Carnival, hingga festival budaya dan kegiatan olahraga ekstrem. Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat di 12 desa wisata juga digencarkan sebagai basis pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan adalah integrasi tiket masuk destinasi Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma. Kebijakan tiket tunggal ini disebut berhasil mendongkrak kunjungan secara signifikan.

Data menunjukkan lonjakan drastis pada periode libur Lebaran 2026. Dalam rentang 21–29 Maret 2026, jumlah pengunjung mencapai 57.806 orang, melampaui capaian Januari 2026 yang berada di angka 50.665 kunjungan.

Kondisi ini memperkuat optimisme pemerintah daerah untuk memperluas pengembangan destinasi. Pemkab Jember menargetkan pembangunan empat hingga lima destinasi wisata baru dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus awal pada penguatan kawasan Papuma dan Watu Ulo.

“Tahun 2026 kami fokus pengembangan Papuma dan Watu Ulo, selanjutnya destinasi lain akan dikembangkan secara bertahap,” kata Fawait.

Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, pemerintah juga membuka ruang diskusi terkait pemerataan pengembangan wisata di luar dua destinasi utama. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari ketimpangan dan memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata.

Lonjakan angka kunjungan ini menjadi peluang sekaligus ujian bagi Pemkab Jember, terutama dalam menjaga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan konsistensi strategi pengembangan jangka panjang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.