Warga Serbu Pladu Brantas, Pemkot Siaga Penuh

oleh -42 Dilihat
oleh
Warga Serbu Pladu Brantas, Pemkot Siaga Penuh
Pladu Sungai Brantas Kota Kediri
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Kediri melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan pladu atau flushing Sungai Brantas, Senin sore (18/5/2026), menyusul membludaknya warga yang memadati bantaran sungai demi berburu ikan saat debit air mulai surut. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi karena arus sungai diperkirakan meningkat drastis pada malam hari.

Pemantauan dilakukan langsung oleh Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartikasari bersama Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, TNI, PMI, RAPI, Rumah Zakat, hingga relawan kebencanaan.

Sebelum patroli dimulai, petugas menggelar apel kesiapsiagaan di kawasan Taman Brantas Kota Kediri untuk memastikan seluruh unsur pengamanan siaga menghadapi potensi insiden di sepanjang bantaran sungai hingga kawasan Masjid Agung.

Endang Kartikasari menegaskan warga diminta tidak nekat mendekati bibir sungai karena aliran pladu diprediksi tiba di wilayah Kota Kediri sekitar pukul 18.00 WIB dengan kondisi debit air lebih tinggi dan arus yang jauh lebih deras.

“Debit air akan meningkat dan arus menjadi deras. Kami mengimbau masyarakat tidak terlalu mendekati tepi sungai demi keselamatan,” ujarnya.

Fenomena warga turun ke bantaran sungai dengan membawa jaring untuk mencari ikan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Aktivitas tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan, terutama saat kondisi air keruh dan arus tidak stabil.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada warga terpeleset atau terjadi insiden yang membahayakan,” tambah Endang.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi sejak sebelum pladu berlangsung, termasuk sosialisasi di sejumlah titik penyeberangan sungai di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo.

BPBD juga meminta para penambang penyeberangan menghentikan aktivitas sementara apabila debit air meningkat dan kondisi sungai dinilai membahayakan keselamatan.

Menurut Joko, pladu merupakan agenda rutin untuk membersihkan sedimen waduk, namun kondisi air yang keruh disertai arus deras tetap menyimpan ancaman serius bagi warga yang nekat berada terlalu dekat dengan aliran sungai.

“Kalau terpeleset sedikit saja bisa berbahaya. Karena itu masyarakat harus tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi darurat, BPBD Kota Kediri menyiagakan sekitar 30 personel gabungan, dua perahu karet, serta perlengkapan penyelamatan air di sejumlah titik rawan kerumunan warga seperti kawasan Jembatan Lama, Jembatan Baru, dan sekitar Masjid Agung.

Petugas juga melakukan patroli bergantian guna memastikan tidak ada warga yang nekat memasuki area berbahaya selama pladu berlangsung. Masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 apabila terjadi kondisi darurat di sekitar Sungai Brantas.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.