Warga Pamekasan Patungan Perbaiki Jalan Rusak yang Hampir 20 Tahun Tak Tersentuh

oleh -25 Dilihat
oleh
IMG-20260827-WA0019
IMG-20260827-WA0019
banner 468x60

 

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Hampir dua dekade tak kunjung mendapat perbaikan memadai, kondisi jalan rusak di Desa Larangan Tokol, Kabupaten Pamekasan, membuat masyarakat turun tangan. Warga secara swadaya mengumpulkan sumbangan untuk membeli tanah uruk sekaligus memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi keluhan.

 

Kerusakan jalan tersebut semakin parah ketika musim hujan tiba. Jalan berubah menjadi berlumpur dan becek sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.

 

Sejumlah warga bahkan terpaksa memilih jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh demi menghindari ruas jalan tersebut.

“Kalau musim hujan, motor atau mobil yang lewat di situ akan sangat sulit untuk keluar karena memang sangat rusak dan bisa becek. Jadi, mereka harus menggunakan jalan yang cukup jauh demi aman,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (26/8/2026).

 

Menurut warga tersebut, kerusakan jalan telah berlangsung hampir 20 tahun. Karena perbaikan yang diharapkan belum juga terealisasi, masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri.

 

Warga mengumpulkan sumbangan sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang memberikan uang untuk membeli material, sementara warga lainnya menyumbangkan tanah uruk secara langsung.

“Ada yang menyumbang uang kemudian dibelikan, dan ada yang langsung menyumbang tanah uruk. Kami bekerja sama untuk kenyamanan bersama,” tambahnya.

 

Terbentur Keterbatasan Anggaran Desa

Perangkat Desa Larangan Tokol, Nali, mengakui bahwa perbaikan infrastruktur membutuhkan proses dan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa.

 

Menurutnya, berbagai usulan pembangunan maupun perbaikan infrastruktur selalu dibahas setiap tahun. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

“Saya sangat senang karena masyarakat sangat kompak dalam hal ini. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam perbaikan tersebut, namun dana desa tidak memungkinkan. Jadi, mau tidak mau harus menunggu giliran,” jelasnya.

 

Nali menegaskan, perbaikan jalan yang dilakukan saat ini tidak menggunakan anggaran Pemerintah Desa Larangan Tokol. Seluruh material dan pengerjaan berasal dari swadaya masyarakat.

 

Gotong royong tersebut menjadi solusi sementara bagi warga untuk membuat akses jalan lebih layak dilalui. Di tengah keterbatasan anggaran, kekompakan masyarakat menjadi harapan agar aktivitas warga tetap berjalan sembari menunggu perbaikan melalui anggaran pemerintah. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.