Warga Jember Serbu Wisata Luar, Daerah Sendiri Tertinggal

oleh -37 Dilihat
oleh
Warga Jember Serbu Wisata Luar, Daerah Sendiri Tertinggal
Warga Jember Dominasi Kunjungan Wisata Daerah Lain
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Fenomena dominasi warga Jember sebagai wisatawan di daerah lain justru membuka ironi baru bagi sektor pariwisata lokal. Pemerintah Kabupaten Jember kini dihadapkan pada fakta bahwa potensi pasar besar justru lebih banyak mengalir ke luar daerah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa sejumlah kepala daerah melaporkan hingga 60 persen wisatawan di wilayah mereka berasal dari Jember. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2025 di DPRD Jember, Selasa (31/3/2026).

Meski tidak menyebutkan secara spesifik daerah tujuan, indikasi kuat mengarah pada destinasi unggulan di wilayah sekitar. Sebelumnya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut kawasan wisata Pasir Putih didominasi pengunjung asal Jember dan Bondowoso.

Fakta ini mempertegas adanya kebocoran potensi ekonomi pariwisata yang belum mampu ditahan di dalam daerah sendiri. Fawait menilai, kekuatan pasar lokal Jember seharusnya menjadi motor utama pengembangan wisata daerah.

“Kita tidak perlu terlalu bergantung pada wisatawan luar. Justru warga Jember sendiri harus diarahkan untuk berwisata di daerahnya,” tegasnya.

Di sisi lain, tanda pemulihan mulai terlihat pada sejumlah destinasi lokal seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo. Data kunjungan selama libur Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan hingga 220 persen, menandakan kembalinya minat wisatawan domestik.

Namun lonjakan tersebut juga diwarnai catatan serius. Kepadatan pengunjung memicu insiden kecelakaan yang menelan korban jiwa, diduga akibat pengabaian rambu-rambu keselamatan. Peristiwa ini menjadi indikator lemahnya manajemen risiko di tengah peningkatan kunjungan.

Pemerintah daerah kini merespons dengan rencana pengembangan empat hingga lima destinasi baru. Fokus awal diarahkan pada optimalisasi Papuma dan Watu Ulo sepanjang 2026, sebelum ekspansi ke lokasi lain pada tahun berikutnya.

Meski demikian, langkah tersebut masih menyisakan pertanyaan terkait kesiapan infrastruktur, pengelolaan keselamatan, serta strategi konkret menahan arus wisatawan agar tidak terus mengalir ke luar daerah.

Pemkab Jember juga membuka ruang diskusi publik untuk pengembangan destinasi lain, dengan dalih pemerataan pembangunan. Namun efektivitas kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi di lapangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.