Warga Desak Transparansi Kematian Widi di Beji

oleh -57 Dilihat
oleh
Warga Desak Transparansi Kematian Widi di Beji
Warga Desak Transparansi Kematian Widi di Beji
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mendatangi Markas Polsek Beji, Selasa (4/8/2026), untuk menyampaikan tuntutan agar kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka terkait meninggalnya Widi Nur Cahyono setelah proses penangkapan yang terjadi sehari sebelumnya. Massa juga meminta penanganan perkara dilakukan secara transparan serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi tersebut dipicu oleh dugaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya tindakan penganiayaan saat proses penangkapan terhadap korban pada Senin (3/8/2026). Hingga saat ini, dugaan tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian dan belum terdapat kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban.

Dalam aksi tersebut, warga menilai proses penangkapan belum dijelaskan secara utuh kepada keluarga maupun masyarakat. Mereka meminta aparat kepolisian membuka kronologi penangkapan secara jelas sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Salah seorang warga yang mengikuti aksi, Aris, mengatakan masyarakat datang untuk meminta klarifikasi atas peristiwa yang menimpa Widi Nur Cahyono.

“Ini kami mau meminta klarifikasi atas penangkapan korban yang diduga dianiaya hingga meninggal dunia kemarin. Warga memilih mendatangi Polsek Beji karena geram atas aksi penangkapan tanpa surat perintah yang berujung pada meninggalnya korban,” ujar Aris.

Selain meminta penjelasan, massa juga mendesak agar seluruh anggota kepolisian yang terlibat dalam proses penangkapan memberikan keterangan secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat. Mereka berharap seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.

Situasi di depan Mapolsek Beji sempat memanas seiring tingginya tuntutan warga yang menginginkan kepastian hukum. Meski demikian, aksi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif.

Menanggapi tuntutan masyarakat, Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukiyanto menyampaikan bahwa Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh personel yang terlibat dalam proses penangkapan Widi Nur Cahyono.

“Kalau proses penangkapannya, kami Polres Pasuruan sudah membentuk tim khusus untuk memeriksa siapa-siapa anggota yang terlibat. Tim yang dibentuk oleh Pak Kapolres tersebut saat ini sedang bekerja intensif untuk menindaklanjuti dan mengusut tuntas insiden penangkapan ini,” kata Kompol Akhmad Sukiyanto.

Menurutnya, tim tersebut saat ini tengah mengumpulkan fakta, memeriksa pihak-pihak terkait, serta mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan ketentuan hukum.

Pihak kepolisian menyatakan hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran oleh oknum yang terlibat. Kepolisian juga berharap proses investigasi dapat memberikan kepastian kepada keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Dari sudut pandang pelayanan publik, peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut transparansi penegakan hukum dan akuntabilitas aparat dalam menjalankan kewenangannya. Proses pemeriksaan yang dilakukan secara profesional dan terbuka dinilai penting untuk memastikan seluruh fakta terungkap berdasarkan alat bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, keluarga korban bersama warga Desa Gununggangsir berharap penyelidikan dilakukan secara jujur, objektif, dan transparan tanpa menutup fakta yang ditemukan selama proses pemeriksaan. Mereka menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan perkara hingga terdapat kepastian hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.