Wanita Berkostum Kuntilanak Diamankan, Riwayatnya Terungkap

oleh -31 Dilihat
oleh
Wanita Berkostum Kuntilanak Diamankan, Riwayatnya Terungkap
Perempuan berdandan ala kuntilanak saat diamankan Polsek Jenu, Sabtu malam (30/5/2026)
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Jenu mengamankan seorang perempuan berinisial W (25), warga Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, setelah aksinya mengenakan kostum menyerupai kuntilanak dan berkeliaran pada malam hari memicu keresahan warga di Dusun Nggirsapi, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.

Pengamanan dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang mengaku ketakutan akibat kemunculan perempuan tersebut di sejumlah titik jalan yang minim penerangan. Aksi yang berlangsung berulang kali itu bahkan sempat direkam warga dan viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, perempuan itu diamankan pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 22.15 WIB setelah petugas menerima laporan dari warga yang merasa terganggu dengan keberadaannya.

“Perempuan tersebut ditemukan mengenakan pakaian serba putih dengan riasan wajah menyerupai kuntilanak dan berada di kawasan Dusun Nggirsapi,” kata Siswanto, Minggu (31/5/2026).

Hasil pendalaman polisi mengungkap bahwa W telah beberapa bulan tinggal bersama seorang warga bernama Kandar (50) di Dusun Nggirsapi. Kepada petugas, Kandar mengaku memperbolehkan W tinggal di rumahnya karena alasan kemanusiaan. Polisi memastikan keduanya tidak memiliki hubungan pernikahan.

Selain memeriksa Kandar, kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menelusuri latar belakang perempuan tersebut. Dari hasil penelusuran, W diketahui bukan kali pertama menjadi perhatian aparat maupun petugas sosial.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa W sebelumnya beberapa kali diserahkan kepada Dinas Sosial karena diduga melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Ia juga disebut pernah terlibat aktivitas meminta-minta di jalanan serta tindakan lain yang dinilai meresahkan masyarakat.

Menurut Siswanto, berdasarkan data yang diperoleh petugas, perempuan tersebut memiliki riwayat gangguan mental dan pernah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Jiwa di Surabaya.

“Yang bersangkutan memiliki keterbelakangan mental dan sebelumnya pernah diserahkan ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Meski telah beberapa kali mendapatkan pembinaan, W disebut masih mengulangi perilaku serupa. Polisi menduga aksi mengenakan kostum menyeramkan tersebut dilakukan tanpa motif kriminal, namun tetap menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat yang melintas pada malam hari.

Keterangan sejumlah warga menyebutkan, perempuan tersebut kerap muncul secara tiba-tiba di sekitar simpang empat Perumahan Grand Harmoni, Dusun Nggirsapi. Lokasi yang gelap dan minim aktivitas warga pada malam hari membuat kemunculannya sering mengejutkan para pengendara.

Viralnya foto dan video yang beredar di media sosial turut memperbesar perhatian publik terhadap peristiwa tersebut. Kondisi itu mendorong warga melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Setelah dilakukan pemeriksaan, W selanjutnya diserahkan kepada petugas Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi kejiwaannya. Sementara itu, polisi menegaskan langkah pengamanan dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sekaligus mencegah potensi keresahan yang lebih luas di tengah maraknya konten dan aksi bertema sosok menyeramkan yang belakangan ramai di media sosial.

Seluruh rangkaian penanganan kasus tersebut dilaporkan selesai sekitar pukul 23.00 WIB dalam keadaan aman dan terkendali.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.