JAKARTA, Garudasatunews.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital bagi penyandang disabilitas intelektual di Indonesia, seiring upaya mendorong mereka meraih prestasi hingga level internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar Patria saat menerima audiensi Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna) Warsito Ellwein. Dalam pertemuan itu, ia menyoroti besarnya jumlah penyandang disabilitas intelektual di Indonesia yang diperkirakan mencapai 5,2 juta orang.
Kelompok tersebut mencakup penyandang autisme, down syndrome, tuna grahita, hingga berbagai gangguan perkembangan intelektual lainnya. Menurut Nezar, dukungan terhadap aktivitas olahraga bagi atlet bertalenta khusus menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang sehat dan berprestasi meskipun memiliki keterbatasan.
Sementara itu, Ketua Umum SOIna Warsito Ellwein mengungkapkan pihaknya akan menggelar Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) pada Oktober 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ajang empat tahunan tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 1.200 atlet bertalenta khusus dari berbagai daerah di Indonesia.
Para atlet akan bertanding dalam lebih dari 20 cabang olahraga yang mengikuti standar Special Olympics International (SOI), organisasi nirlaba yang sejak 1988 telah diakui oleh International Olympic Committee.
Indonesia sendiri telah bergabung dengan gerakan Special Olympics sejak 1989 sebagai anggota ke-76. Hingga kini jaringan organisasi tersebut telah berkembang di hampir 180 negara di dunia.
Warsito menjelaskan, Pesonas 2026 juga akan menjadi ajang seleksi bagi atlet Indonesia yang diproyeksikan tampil pada Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago, Chile pada 12–24 Oktober 2027.
Sejak 1991, SOIna secara rutin mengirim atlet penyandang disabilitas intelektual untuk berlaga di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Irlandia, China, Yunani, Korea Selatan, Australia, Austria, Uni Emirat Arab, Jerman, hingga Italia. Dari berbagai kompetisi tersebut, atlet Indonesia berhasil meraih puluhan medali emas, perak, dan perunggu.
Warsito juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet disabilitas, termasuk komitmen pemerintah Nusa Tenggara Timur dalam mendukung pengembangan olahraga bagi atlet bertalenta khusus.
Selain membahas persiapan Pesonas 2026, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana penyelenggaraan gala dinner penggalangan dana pada pertengahan Mei 2026 di Jakarta. Kegiatan itu direncanakan berlangsung di Gedung RRI, kawasan Jalan Medan Merdeka Barat.
Dalam acara tersebut, panitia juga akan menggelar lelang amal untuk mendukung pembinaan atlet bertalenta khusus. Beberapa karya yang akan dilelang di antaranya lukisan Srinthil dari Yogyakarta, kain tenun Nusa Tenggara Timur, serta berbagai kerajinan tangan yang dibuat oleh penyandang disabilitas. (Red-Garudasatunews)















