Wali Kota Perkuat Pencegahan Penyakit Tidak Menular

oleh -40 Dilihat
oleh
Wali Kota Perkuat Pencegahan Penyakit Tidak Menular
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat kegiatan Sinergi Kader Motivator dalam Evaluasi dan Penguatan Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Menuju Masyarakat Sehat. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dengan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan kesadaran melakukan deteksi dini. Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat kegiatan Sinergi Kader Motivator dalam Evaluasi dan Penguatan Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Menuju Masyarakat Sehat di Balai Pertemuan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu. (08/07/26)

Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa tingginya risiko penyakit tidak menular berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan seluruh elemen, khususnya kader motivator, sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, kader tidak hanya bertugas menyampaikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup sehat sebagai upaya preventif untuk menekan angka penyakit tidak menular.

“PTM itu faktor utamanya bersumber dari pola hidup manusianya. Oleh karena itu, tugas kita bersama di sini adalah memberikan edukasi sekaligus keteladanan yang nyata di tengah masyarakat tentang bagaimana menerapkan gaya hidup yang sehat,” ujar Ika Puspitasari.

Ia juga menyoroti perubahan gaya hidup masyarakat di tengah perkembangan teknologi. Kemudahan memperoleh makanan melalui layanan digital serta berkurangnya aktivitas fisik dinilai menjadi tantangan yang perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif.

Pemerintah Kota Mojokerto mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan alami (real food), mengurangi makanan olahan, serta membiasakan aktivitas fisik sedikitnya 30 menit setiap hari. Intensitas olahraga, menurutnya, dapat disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan, namun harus dilakukan secara konsisten.

Data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto hingga semester pertama tahun 2026 menunjukkan terdapat 3.987 penderita diabetes, sekitar 8.500 kasus hipertensi, serta 15 kasus baru kanker serviks. Data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk terus memperkuat program promotif dan preventif melalui edukasi serta pemberdayaan masyarakat.

Selain perubahan pola hidup, pemerintah juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini. Khusus bagi perempuan yang telah menikah, pemeriksaan Pap Smear diimbau dilakukan secara rutin guna meningkatkan peluang penanganan dini terhadap kanker serviks.

“Kanker leher rahim kalau diketahui sejak awal, penanganan bisa segera dilakukan. Monggo ibu-ibu, jangan takut melakukan Pap Smear sebelum terlambat ke stadium lanjut,” kata Ika Puspitasari.

Kegiatan tersebut dihadiri kader motivator, Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), tenaga kesehatan, serta penyuluh keluarga berencana. Pemerintah Kota Mojokerto berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat agar upaya pencegahan penyakit tidak menular berjalan lebih efektif dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.