Urbanisasi Surabaya Disorot, Pendatang Minim Skill Terancam

oleh -22 Dilihat
oleh
Urbanisasi Surabaya Disorot, Pendatang Minim Skill Terancam
Ilustrasi urbanisasi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Fenomena urbanisasi pasca Idul Fitri kembali menjadi sorotan di Jawa Timur, dengan Fraksi PDIP DPRD Jatim memperingatkan potensi lonjakan pendatang tanpa keterampilan yang berisiko menambah tekanan sosial di Kota Surabaya.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Fuad Benardi, menegaskan bahwa arus urbanisasi usai Lebaran merupakan pola berulang setiap tahun, didorong harapan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan lebih baik di kota besar.

“Urbanisasi pasca Lebaran itu pasti terjadi. Banyak masyarakat ingin mencari peluang kerja di kota,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Namun, ia menilai realitas di lapangan menunjukkan tidak semua pendatang mampu menembus ketatnya persaingan kerja. Minimnya keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi faktor utama kegagalan memperoleh pekerjaan.

Fuad menekankan, urbanisasi tanpa kesiapan justru berpotensi memperbesar angka pengangguran perkotaan serta memicu persoalan sosial baru, mulai dari kemiskinan hingga beban layanan publik.

“Pendatang harus punya skill yang dibutuhkan dunia usaha, bukan sekadar coba-coba,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa ketimpangan pembangunan antarwilayah menjadi akar persoalan urbanisasi yang terus berulang. Ketidakmerataan ekonomi mendorong masyarakat meninggalkan daerah asal demi mencari peluang di kota besar seperti Surabaya.

Menurutnya, tanpa intervensi kebijakan yang serius untuk pemerataan ekonomi di daerah, arus urbanisasi akan terus meningkat dan memperparah kepadatan penduduk.

Data menunjukkan Surabaya saat ini dihuni sekitar 2,9 hingga 3,1 juta jiwa, dengan kepadatan mencapai 8.000 hingga 9.000 jiwa per kilometer persegi. Kota ini juga menjadi pusat kawasan metropolitan Gerbangkertosusila dengan total populasi mencapai 9 hingga 10 juta jiwa.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan tingginya tekanan kependudukan yang diperparah oleh arus urbanisasi tahunan, sehingga membutuhkan strategi jangka panjang untuk menekan laju perpindahan penduduk sekaligus membuka peluang kerja di daerah asal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.