Untag Surabaya Kenalkan Jaranan Buto kepada 3.160 Mahasiswa Baru

oleh -45 Dilihat
oleh
Untag Surabaya Kenalkan Jaranan Buto kepada 3.160 Mahasiswa Baru
Penampilan seni tradisional Jaranan Buto asal Banyuwangi di Untag Surabaya, Kamis (10/9/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menampilkan kesenian tradisional Jaranan Buto asal Banyuwangi di hadapan 3.160 mahasiswa baru dalam puncak kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Kamis (10/9/2026). Penampilan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mengenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya nasional kepada generasi muda.

Kesenian Jaranan Buto ditampilkan dalam rangkaian inaugurasi PKKMB yang diikuti ribuan mahasiswa baru dari berbagai daerah. Selain materi akademik dan pengenalan lingkungan kampus, mahasiswa juga diajak menyaksikan langsung salah satu seni tradisional khas Banyuwangi yang dinilai belum banyak dikenal kalangan generasi muda.

Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, mengatakan pemilihan Jaranan Buto merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pelestarian budaya bangsa. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab memperkuat nilai kebangsaan melalui pengenalan budaya Nusantara.

“Kami ingin mengenalkan kepada mahasiswa seni tradisional yang mungkin belum pernah mereka lihat secara langsung. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya Indonesia,” ujar Harjo.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga mengikuti Kampus Expo yang memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan kompetensi nonakademik. Pihak kampus menilai keseimbangan antara pencapaian akademik dan aktivitas organisasi menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter mahasiswa.

Dari sudut pandang pelestarian budaya, langkah Untag Surabaya menghadirkan Jaranan Buto dinilai menjadi bentuk konkret pengenalan seni tradisional kepada generasi muda di tengah derasnya arus budaya modern. Kampus memanfaatkan momentum PKKMB sebagai ruang edukasi budaya yang menjangkau ribuan mahasiswa baru sekaligus memperluas pemahaman terhadap keberagaman seni daerah di Indonesia.

Selain itu, pemilihan Jaranan Buto juga menunjukkan upaya memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang daerah. Kampus menegaskan bahwa setiap tahun akan menghadirkan kesenian tradisional yang berbeda sebagai bagian dari identitas dan komitmen pelestarian budaya nasional.

Harjo menambahkan, tradisi menampilkan kesenian daerah dalam kegiatan kampus telah dilakukan secara konsisten. Sebelumnya, Untag Surabaya juga pernah menghadirkan pertunjukan wayang dan kesenian tradisional lainnya sebagai bagian dari agenda akademik dan kebudayaan kampus.

Melalui kegiatan tersebut, pihak kampus berharap mahasiswa baru tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai budaya, karakter sosial, dan semangat kebangsaan selama menempuh pendidikan tinggi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.