Underpass UMG Dicoret, Pengawasan Dipertanyakan

oleh -22 Dilihat
oleh
Underpass UMG Dicoret, Pengawasan Dipertanyakan
Underpass di depan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mendadak jadi sorotan setelah dipenuhi coretan vandalisme yang merusak tampilan fasilitas publik dan memicu keresahan warga.
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Fasilitas publik underpass di depan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menjadi sorotan setelah dipenuhi coretan vandalisme yang merusak tampilan kota. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait lemahnya pengawasan di area strategis tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan hampir seluruh dinding underpass dipenuhi coretan liar, mulai dari tulisan tidak jelas hingga simbol-simbol tertentu. Alih-alih menjadi elemen estetika kota, kawasan ini justru tampak kumuh dan tidak terawat.

Indikasi di lapangan menyebutkan aksi vandalisme tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Coretan yang menumpuk dan berlapis menunjukkan aktivitas berlangsung berulang tanpa adanya penindakan tegas maupun pembersihan rutin dari pihak terkait.

Warga sekitar mengaku resah dan kecewa. Mereka menilai pembiaran terhadap vandalisme mencerminkan rendahnya kontrol serta minimnya kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas umum.

“Sangat disayangkan, setiap melintas banyak coretan di dinding yang seharusnya dijaga bersama,” ujar Rudianto (50), warga setempat, Senin (6/4/2026).

Situasi ini juga memicu kritik terhadap respons pemerintah daerah yang dinilai lamban. Meski rencana pembersihan mulai disampaikan, kondisi yang telah berlangsung cukup lama menimbulkan dugaan lemahnya sistem pemantauan dan pemeliharaan fasilitas publik.

Kepala Dinas Satpol PP Gresik, AH Sinaga, menyatakan pihaknya akan meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari yang dianggap sebagai waktu rawan terjadinya aksi vandalisme.

“Kami akan meningkatkan patroli utamanya di malam hari. Laporan masyarakat akan segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) mulai dipertimbangkan sebagai langkah preventif. Namun, wacana ini memunculkan pertanyaan lanjutan terkait mengapa langkah pengamanan tersebut tidak dilakukan sejak awal, mengingat lokasi underpass merupakan titik vital dengan lalu lintas tinggi.

Kasus ini memperlihatkan celah dalam pengelolaan fasilitas publik, di mana tindakan preventif dan respons cepat belum berjalan optimal. Tanpa langkah konkret dan berkelanjutan, vandalisme berpotensi terus berulang dan merusak wajah kota.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.