Truk Tabrak di Tol Jomo, Dua Tewas

oleh -42 Dilihat
oleh
Truk Tabrak di Tol Jomo, Dua Tewas
Truk bermuatan pakaian yang kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto, Jumat (10/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas tol Jombang–Mojokerto (Jomo), tepatnya di KM 698+800, Jumat (10/4/2026) pagi. Insiden yang melibatkan dua truk berbeda jenis ini menewaskan dua orang di lokasi kejadian.

Peristiwa bermula saat truk Colt Diesel bernomor polisi N 8273 EA yang dikemudikan M Diki (26), warga Blitar, melaju di lajur lambat dengan muatan pakaian. Berdasarkan keterangan kepolisian, kendaraan tersebut diduga melaju dalam kondisi tidak terkendali sebelum menghantam kendaraan di depannya.

Kanit PJR Unit 3 Polda Jawa Timur, AKP Sudirman, mengungkapkan bahwa sopir dan kernet truk Colt Diesel meninggal dunia di tempat. Hingga kini, identitas kernet masih dalam proses identifikasi.

“Identitas kernet yang meninggal masih kami dalami,” ujarnya.

Truk yang ditabrak merupakan Hino bernomor polisi KT 8985 BO, dikemudikan Ahmad Taufik (35), warga Kediri, yang saat itu mengangkut muatan tanah sekitar 39 ton dari Trenggalek menuju Gresik. Sopir dan kernetnya dilaporkan selamat tanpa luka serius.

Menurut hasil penyelidikan awal, truk Hino melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam di lajur lambat. Saat berada di KM 698+700, kendaraan tersebut tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh truk Colt Diesel.

Benturan keras menyebabkan truk Colt Diesel berhenti di titik tabrakan, sementara truk Hino terdorong hingga bahu jalan di KM 698+800. Kondisi ini mengindikasikan kuatnya benturan serta minimnya upaya pengereman dari kendaraan penabrak.

Polisi menduga faktor utama kecelakaan adalah kelalaian pengemudi truk Colt Diesel, yang diduga mengantuk dan tidak menjaga jarak aman. Dugaan ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap jam kerja dan kondisi fisik pengemudi angkutan barang di jalur tol.

“Indikasi awal sopir mengantuk dan tidak menjaga jarak aman,” tegas Sudirman.

Meski demikian, penyelidikan masih terus dikembangkan untuk memastikan tidak ada faktor lain, termasuk kemungkinan pelanggaran standar operasional angkutan barang maupun aspek teknis kendaraan.

Kecelakaan ini kembali menjadi alarm keras bagi pengelolaan keselamatan di jalan tol, khususnya terkait pengawasan kendaraan berat yang beroperasi dalam durasi panjang tanpa kontrol ketat.

Polisi mengimbau pengemudi untuk memperhatikan waktu istirahat guna menghindari kecelakaan serupa, namun fakta berulangnya insiden dengan pola yang sama menandakan perlunya evaluasi sistemik, bukan sekadar imbauan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.