JOMBANG, Garudasatunews.id – Sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi AG-8246-UW yang mengangkut padi melebihi kapasitas terguling di Jalan Raya Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Rabu (23/9/2026) sore. Sebanyak 13 buruh tani yang berada di atas tumpukan padi menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, truk tersebut membawa total 16 orang, termasuk pengemudi. Sebanyak 13 buruh tani berada di atas muatan padi, sedangkan tiga orang lainnya berada di bagian depan kendaraan bersama pengemudi.
Para buruh tani tersebut diketahui merupakan warga Kabupaten Nganjuk yang bekerja di wilayah Jombang. Mereka menumpang truk bersama hasil panen untuk perjalanan pulang setelah menyelesaikan pekerjaan di area persawahan.
Kecelakaan terjadi ketika kendaraan melintas di Jalan Raya Sidowarek. Pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga truk yang membawa muatan berlebih tersebut oleng dan kemudian terguling ke sisi kiri jalan.
Muatan padi yang memenuhi bak kendaraan turut membuat posisi para buruh tani berada dalam kondisi berisiko. Saat kendaraan terguling, sejumlah korban terlempar dan mengalami luka sehingga harus mendapat pertolongan medis.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban. Sebanyak 12 korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, masing-masing tiga orang ke RSUD Jombang dan sembilan orang ke RS Hasyim Asy’ari Tebuireng.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Nurul Iman mengatakan, dari 12 korban yang menjalani perawatan, 11 orang telah diperbolehkan pulang karena mengalami luka ringan. Sementara satu korban masih menjalani perawatan akibat mengalami patah kaki.
Peristiwa ini sekaligus menyoroti aspek keselamatan dalam pengangkutan hasil pertanian. Penggunaan kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas, ditambah keberadaan pekerja di atas muatan, menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian dalam pemeriksaan dan penanganan kecelakaan tersebut.
Dari sisi keselamatan lalu lintas, kepolisian masih perlu memastikan rangkaian penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, kapasitas muatan, serta faktor pengemudi. Fakta mengenai dugaan kelebihan muatan juga menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pengangkutan hasil panen tidak hanya menyangkut kelancaran distribusi, tetapi juga keselamatan pekerja yang ikut dalam perjalanan. Langkah penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
(Red-Garudasatunews)














