Tradisi Ublik Bojonegoro Bertahan di Tengah Modernisasi

oleh -37 Dilihat
oleh
Tradisi Ublik Bojonegoro Bertahan di Tengah Modernisasi
Ratusan ublik menghiasi sepanjang Jalan Kampung Kyai Sulaiman, Kelurahan Klangon, Kabupaten Bojonegoro, pada malam takbiran Idul Adha, Selasa (26/5/2026). [Foto : istimewa]
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Ratusan lampu minyak tradisional atau ublik menerangi sepanjang Jalan Kampung Kyai Sulaiman, Kelurahan Klangon, Kabupaten Bojonegoro, saat malam takbiran Iduladha, Selasa (26/5/2026). Tradisi turun-temurun itu kembali menjadi perhatian publik di tengah maraknya penggunaan lampu modern dan dekorasi elektronik.

Cahaya temaram dari deretan ublik yang dipasang di depan rumah warga menciptakan suasana hangat dan penuh kekhidmatan. Warga setempat secara serentak menyalakan lampu minyak usai salat magrib sebagai simbol kebersamaan sekaligus bentuk pelestarian budaya lokal yang terus dijaga hingga kini.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, warga Kelurahan Klangon memilih mempertahankan tradisi sederhana yang dinilai memiliki nilai historis dan sosial kuat. Sepanjang jalan kampung berubah menjadi lautan cahaya kecil yang memancarkan nuansa khas pedesaan dan menarik perhatian masyarakat luar daerah.

Anak-anak hingga orang tua tampak memadati kawasan kampung untuk menikmati malam takbiran dengan suasana berbeda. Sejumlah warga juga terlihat duduk bersama keluarga dan tetangga di depan rumah sambil menikmati kerlap-kerlip cahaya ublik yang tertiup angin malam.

“Kami ingin tradisi ini tetap lestari dan dikenal generasi muda. Selain memperindah kampung, suasananya juga terasa lebih hangat dan khusyuk saat malam takbiran,” ujar Fafan, salah seorang warga setempat.

Fenomena ratusan ublik menyala serempak itu juga memancing perhatian pengguna jalan dan pengunjung dari luar wilayah Bojonegoro. Banyak di antaranya sengaja berhenti untuk mengabadikan suasana unik Kampung Kyai Sulaiman yang dipenuhi cahaya lampu minyak tradisional.

Tradisi tersebut dinilai menjadi penegas bahwa semangat menyambut Hari Raya Iduladha tidak selalu identik dengan kemewahan modern. Warga Klangon justru menghadirkan pesan kuat tentang gotong royong, kebersamaan, dan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.