Tradisi Seblang Tarik Ribuan Wisatawan

oleh -40 Dilihat
oleh
Tradisi Seblang Tarik Ribuan Wisatawan
Ritual Seblang Bakungan kembali digelar oleh Suku Osing Banyuwangi, Minggu (31/5/2026) malam
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Tradisi Seblang Bakungan kembali digelar oleh masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Minggu malam (31/5/2026). Ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun itu menyedot perhatian ribuan wisatawan yang memadati lokasi pelaksanaan selama libur panjang.

Seblang Bakungan merupakan ritual adat yang hanya digelar setahun sekali pada bulan Dzulhijah atau bulan Haji, tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Adha. Tradisi tersebut menampilkan tarian sakral yang dibawakan oleh perempuan paruh baya dalam kondisi trance atau tidak sadar menurut kepercayaan masyarakat setempat.

Pada pelaksanaan tahun ini, tarian Seblang dibawakan oleh Isni (54), warga setempat yang untuk ketiga kalinya dipercaya menjalankan peran sebagai penari utama dalam ritual tersebut. Penetapan penari Seblang dilakukan berdasarkan tradisi yang telah berlaku turun-temurun di lingkungan masyarakat Osing Bakungan.

Sebelum memasuki puncak ritual, warga menggelar kenduri massal di sepanjang jalan kampung. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib dan salat hajat bersama di masjid setempat sebagai bentuk doa untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan tradisi ider bumi melalui parade oncor atau obor yang mengelilingi wilayah desa. Warga turut menikmati hidangan tumpeng dan pecel pithik secara bersama-sama sebagai bagian dari rangkaian adat yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat.

Puncak acara berlangsung ketika penari Seblang memasuki kondisi trance dan menari mengikuti alunan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Dalam keyakinan masyarakat Osing, kondisi tersebut diyakini sebagai bagian dari prosesi spiritual yang menghubungkan penari dengan roh leluhur.

Daya tarik ritual yang sarat nuansa budaya dan spiritual itu menjadi perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satunya wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai, yang mengaku belum pernah menyaksikan tradisi serupa di negara lain.

“Unik. Penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,” ujar Gergo.

Kesan serupa disampaikan Riski, wisatawan asal Yogyakarta yang sengaja datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan langsung pelaksanaan Seblang Bakungan.

“Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya,” katanya.

Data budaya masyarakat Osing menunjukkan tradisi Seblang hanya bertahan di dua wilayah Banyuwangi, yakni Kelurahan Bakungan dan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Meski berasal dari akar budaya yang sama, kedua ritual memiliki karakteristik berbeda, baik dari waktu pelaksanaan maupun usia penarinya.

Seblang Bakungan digelar pada bulan Dzulhijah dan diperankan oleh perempuan paruh baya, sedangkan Seblang Olehsari dilaksanakan setelah Idul Fitri dengan penari perempuan berusia muda.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap pelestarian Seblang Bakungan yang diyakini telah berlangsung sejak tahun 1639. Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,” ujarnya.

Keberlanjutan Seblang Bakungan dinilai menjadi indikator kuat bertahannya warisan budaya masyarakat Osing di tengah arus modernisasi. Selain menjaga identitas budaya daerah, ritual tersebut juga berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik pariwisata budaya Banyuwangi yang terus mendapat perhatian wisatawan nasional maupun internasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.