TPS3R Karetan Dikebut, Target Operasi September 2026

oleh -34 Dilihat
oleh
TPS3R Karetan Dikebut, Target Operasi September 2026
Bupati ipuk saat meninjau pembangunn TPS3R Desa Karetan.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi terus dipacu. Fasilitas pengolahan sampah berskala besar itu ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026 sebagai bagian dari strategi pengendalian sampah di wilayah selatan Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut progres pembangunan hingga saat ini telah mencapai 40,95 persen. Pemerintah daerah menargetkan konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu agar fasilitas tersebut segera dimanfaatkan untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di daerah.

“Progres konstruksi sudah mencapai 40,95 persen dan akan terus dikebut. Targetnya September sudah bisa beroperasi,” ujar Ipuk.

Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Ipuk juga meninjau langsung lokasi pembangunan TPS3R Karetan untuk memastikan percepatan proyek berjalan sesuai rencana.

TPS3R tersebut dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare di Desa Karetan. Nantinya fasilitas ini akan melayani pengolahan sampah dari 38 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Bangorejo, Cluring, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, dan Tegaldlimo.

Kapasitas fasilitas ini juga disebut masih memungkinkan diperluas untuk menjangkau lima kecamatan lain di sekitarnya.

Secara teknis, TPS3R Karetan dirancang mampu mengolah hingga 160 ton sampah per hari. Kapasitas ini diperkirakan dapat menampung limbah yang dihasilkan sekitar 362 ribu penduduk atau setara 100 ribu rumah tangga setiap harinya.

Proyek pembangunan ini merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau yang dijalankan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan perusahaan Borealis asal Austria melalui Project STOP. Program tersebut difokuskan pada pengendalian sampah, khususnya plastik, melalui sistem pemilahan dan pengolahan terpadu.

Ipuk berharap keberadaan TPS3R Karetan tidak hanya menjadi solusi teknis penanganan sampah, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Memiliki kapasitas yang besar artinya TPS ini bisa menyerap banyak tenaga kerja sehingga warga dapat ikut merasakan manfaat dari keberadaannya,” katanya.

Waste Operation Lead Banyuwangi Hijau, Yudi Wahyudi, menjelaskan sejumlah tahap konstruksi utama telah diselesaikan, termasuk proses cut and fill pada area pembangunan.

Saat ini pengerjaan difokuskan pada pembangunan fasilitas inti di dalam kawasan TPS seperti hanggar pengolahan sampah, kantor operasional, dan workshop.

“Proses cut and fill sudah selesai. Saat ini kita fokus pada pembangunan area hanggar, kantor, dan workshop. Target penyelesaian minggu kedua September 2026 sehingga pekan berikutnya bisa diserahkan ke pemerintah daerah untuk segera dioperasikan,” jelas Yudi.

Dalam operasionalnya nanti, TPS3R Karetan akan dilengkapi sistem pemilahan sampah yang memisahkan sampah daur ulang, sampah organik, dan residu yang memerlukan penanganan lanjutan di luar lokasi fasilitas.

Selain TPS3R Karetan, pengembangan program Banyuwangi Hijau juga mencakup pembangunan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) yang direncanakan berdiri di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, serta Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan dua SPA tersebut merupakan bagian dari fase ketiga program Banyuwangi Hijau yang mendapat dukungan dari organisasi nirlaba global Clean Rivers yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Masing-masing SPA dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari guna memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Banyuwangi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.