Tongtong Madura Go International di MotoGP Mandalika 2026

oleh -30 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261001-WA0006

SUMENEP, Garudasatunews.id — Pertemuan unik antara budaya lokal dan ajang balap internasional bakal tersaji di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Oktober mendatang. Deru mesin motor balap dunia akan berpadu dengan ketukan khas tongtong, musik tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura.

​Kelompok seni Tongtong Angin Ribut asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan tampil dalam jajaran Rider Parade MotoGP Mandalika 2026 pada 7 Oktober mendatang. Kehadiran mereka membawa pesan kuat: tradisi lokal mampu bersanding dan berkontribusi di panggung olahraga global.

​Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa momentum ini jauh melampaui sekadar pertunjukan seni.
​“Ini bukan sekadar ajang MotoGP biasa. Saat mesin-mesin motor meraung, suara tongtong Madura juga bersiap menggema,” ujar Faruk, Rabu (30/9).

​Menurut Faruk, kesempatan ini menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif bagi Sumenep. Alih-alih mengandalkan slogan, identitas daerah diperkenalkan secara langsung melalui bunyi, penampilan spiritual, dan keaslian tradisi yang dibawakan para senimannya.

​Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai keterlibatan dalam parade kelas dunia ini sebagai langkah strategis pelestarian budaya. Merawat kesenian tradisional tidak berarti mengurungnya di tempat asal, melainkan membukakan akses ke ruang-ruang baru agar terus relevan dan dikenal lintas generasi.

​Nada intuitif serupa disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia menekankan pentingnya menjaga denyut kebudayaan daerah agar tetap berinteraksi dengan dunia luar.
​“Kebudayaan merupakan identitas yang harus terus dirawat, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas,” tegas Bupati Fauzi.

​Melalui Rider Parade MotoGP Mandalika 2026, musik tongtong tak sekadar melintasi selat dari Sumenep ke Lombok, melainkan melompati batas dari ruang budaya lokal menuju perhatian masyarakat internasional. Tongtong Angin Ribut tidak hanya membawa alat musik, tetapi juga narasi ketahanan tradisi Madura di panggung dunia. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.