JAKARTA, Garudasatunews.id – TNI Angkatan Laut resmi menambah armada dengan alutsista canggih buatan Jerman, KRI Canopus-936, yang dibangun selama tiga tahun. Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma memimpin upacara peresmian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Kamis (12/2).
Upacara meliputi pemberian nama kapal (shipnaming), penandatanganan serah terima (delivery), dan peresmian masuknya kapal ke jajaran TNI AL. Nama “Canopus” diambil dari bintang, simbol penunjuk arah keselamatan bagi 93 prajurit yang mengawakinya.

Erwin menyampaikan pesan strategis Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, bahwa kapal ini berperan vital dalam modernisasi matra laut. KRI Canopus-936 akan meningkatkan maritime domain awareness melalui survei dan pemetaan hidro-oseanografi, mendukung keselamatan pelayaran, pertahanan, dan pengelolaan ruang laut nasional.
Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono dilantik sebagai komandan pertama KRI Canopus-936, menandai kesiapan penuh pengawak menjalankan tugas negara. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memperkirakan kapal akan tiba di Indonesia pada pertengahan April atau Mei 2026.
KRI Canopus-936 dilengkapi teknologi Jerman dan karya anak bangsa. PT Palindo Marine membangun lambung kapal sejak 2023 sebelum dikirim ke Jerman untuk pemasangan sensor. Kapal membawa Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan pesawat nirawak udara (UAV) untuk survei dasar laut dan deteksi rintangan bawah air dengan akurasi tinggi.
Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut, Laksamana Madya Budi Purwanto, menegaskan setiap alat diuji sesuai standar untuk memastikan kemampuan membaca kedalaman dan akurasi data.
(Red-Garudasatunews)














