TMMD ke-129 Bojonegoro Rampung, Anggaran Rp5,2 Miliar Terserap

oleh -31 Dilihat
oleh
TMMD ke-129 Bojonegoro Rampung, Anggaran Rp5,2 Miliar Terserap
Jajaran Forkopimda Bojonegoro saat menghadiri penutupan TMMD ke-129 (foto : ist)
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dinyatakan rampung 100 persen setelah berlangsung selama 30 hari sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program tersebut didukung anggaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sekitar Rp5,2 miliar.

Alokasi anggaran itu mencapai Rp5.285.206.000, dengan Rp4.748.000.000 untuk sasaran fisik dan Rp537.206.000 untuk kegiatan nonfisik. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Sejak awal pelaksanaan, TMMD ke-129 menyasar sejumlah kebutuhan dasar masyarakat Desa Kesongo. Pekerjaan fisik antara lain pembangunan jalan cor beton di dua titik, drainase, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasi ruang kelas SD Negeri Kesongo, normalisasi sungai, hingga pembangunan dan perbaikan sarana pendukung lainnya.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian ialah pembangunan infrastruktur penghubung warga, termasuk jembatan di Dusun Mundu. Infrastruktur tersebut memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat, akses pendidikan, pelayanan publik, serta distribusi hasil pertanian. Sebelum diperbaiki, jembatan itu menjadi salah satu akses vital warga setempat.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menjalankan 22 kegiatan nonfisik. Materinya mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, ketahanan pangan, kesehatan lingkungan, pengembangan usaha produktif, penyuluhan, serta penguatan sumber daya manusia.

Pola tersebut menunjukkan bahwa penggunaan anggaran TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan yang terlihat secara fisik. Pemerintah dan TNI juga menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting agar hasil pembangunan memiliki dampak jangka panjang.

Dari sisi pengawasan publik, nilai anggaran sekitar Rp5,2 miliar membuat capaian 100 persen menjadi titik penting yang perlu dipastikan tidak berhenti pada laporan administratif. Kualitas hasil pekerjaan, kesesuaian volume, manfaat infrastruktur, serta keberlanjutan pemeliharaan menjadi bagian yang tetap relevan untuk diketahui masyarakat sebagai penerima manfaat.

Pemkab Bojonegoro sebelumnya menyatakan dukungan terhadap TMMD melalui keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan bantuan keuangan khusus kepada Pemerintah Desa Kesongo. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan TMMD merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan desa.

Program TMMD ke-129 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Pelaksanaannya melibatkan TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat. Sasaran akhirnya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan, penguatan gotong royong, dan percepatan pembangunan berbasis kebutuhan warga.

Dengan rampungnya seluruh target, pekerjaan berikutnya bukan sekadar memastikan program selesai, tetapi menjaga agar infrastruktur yang dibangun tetap berfungsi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kesongo.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.