Tiga Sapi Nyaris Mati Terbakar di Kandang

oleh -36 Dilihat
oleh
Tiga Sapi Nyaris Mati Terbakar di Kandang
Petugas PMK Jombang sedang melakukan pemadaman api di kandang sapi, Senin (27/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kebakaran kandang milik Subianto (65), warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, nyaris menewaskan tiga ekor sapi pada Senin dini hari, 27 April 2026, sekitar pukul 01.15 WIB. Insiden ini diduga kuat dipicu kelalaian dalam pembakaran jerami yang digunakan untuk mengusir nyamuk.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api berasal dari jerami yang dibakar di dalam kandang berukuran 6 x 6 meter. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian kandang, memperparah situasi sebelum penanganan maksimal dilakukan.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Jombang, Andrik Prasetyo, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman awal dilakukan secara mandiri oleh pemilik kandang bersama warga sekitar dengan peralatan seadanya. Namun, keterbatasan alat dan kondisi cuaca membuat api sulit dikendalikan. “Unit pemadam dari PMK dan BPBD tiba sekitar pukul 01.40 WIB dan api berhasil dipadamkan total pada pukul 02.50 WIB,” ujarnya.

Kapolsek Perak, Iptu M. Supriyo, menegaskan bahwa sumber api berasal dari pembakaran jerami yang tidak diawasi secara ketat. Api kemudian menjalar cepat dan membakar kandang. Pernyataan ini menguatkan dugaan adanya unsur kelalaian dalam penggunaan api di area rawan terbakar.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang mendengar suara letupan dari arah belakang rumah saat hendak ke kamar mandi. Setelah dilakukan pengecekan, saksi mendapati kandang sapi sudah dalam kondisi terbakar dan segera membangunkan pemilik serta meminta bantuan warga.

Warga yang berdatangan langsung berupaya memadamkan api sambil mengevakuasi tiga ekor sapi dari dalam kandang. Meski berhasil menyelamatkan hewan ternak tersebut, sebagian besar bangunan kandang tidak dapat diselamatkan dan hangus dilalap api.

Penanganan kebakaran memakan waktu lebih dari satu jam dengan melibatkan petugas gabungan dan partisipasi warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Perak untuk penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian bersama BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api terbuka, khususnya dalam aktivitas pembakaran jerami yang berpotensi memicu kebakaran besar jika tidak diawasi dengan baik.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.