Tiga Jembatan Putus, Desa Terisolasi di Prajekan

oleh -38 Dilihat
oleh
Tiga Jembatan Putus, Desa Terisolasi di Prajekan
Tiga desa di Prajekan Bondowoso terisolir gegara jembatan putus dihantam banjir, Senin (30/3/2026) sore. (BPBD Bondowoso)
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Banjir dengan debit tinggi yang menerjang Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Senin (30/3/2026) sore, memutus tiga jembatan vital penghubung antar desa dan mengisolasi wilayah terdampak, menyoroti lemahnya ketahanan infrastruktur di kawasan rawan bencana.

Tiga desa yang terdampak yakni Desa Sempol, Desa Tarum, dan Desa Klekean, kini mengalami isolasi sementara setelah akses utama terputus total. Mobilitas warga terganggu, termasuk distribusi logistik dan aktivitas harian.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat luapan air sungai menghantam struktur jembatan di tiga titik berbeda. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi warga yang nekat melintasi jalur rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan laporan pertama diterima pukul 16.00 WIB, disusul pengerahan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan assessment di lapangan.

“Kami menerima laporan adanya banjir luapan dengan debit air tinggi yang mengakibatkan beberapa jembatan di Kecamatan Prajekan ambruk. Hasil pengecekan menunjukkan kerusakan parah di tiga titik,” ujarnya.

Kerusakan terparah terjadi pada jembatan penghubung Desa Sempol–Desa Bandilan. Struktur dengan bentang 12 meter dan lebar 6 meter itu mengalami longsoran besar pada bagian sayap jembatan, menyebabkan tanah di bawah badan jalan tergerus hingga membentuk rongga dan retakan aspal. Jalur tersebut kini ditutup total.

Di lokasi kedua, jembatan Tarum–Sempol di Dusun Dawuhan mengalami kerusakan pada bagian abutment sepanjang 2,5 meter akibat tergerus arus deras. Kondisi ini membuat jembatan tidak lagi aman dilintasi.

Sementara di titik ketiga, jembatan penghubung Dusun Somporan Desa Klekean menuju Dusun Tamanarum Desa Bandilan yang menjadi akses utama ke tiga sekolah dasar mengalami putus total. Dampaknya, aktivitas belajar mengajar di SDN Bandilan 3, 4, dan 5 terhenti.

“Putusnya akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan kegiatan pendidikan. Penanganan darurat segera kami koordinasikan,” kata Kristianto.

Penanganan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari BPBD, TNI-Polri, Satpol PP dan Damkar, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan. Namun, hingga saat ini, langkah yang diambil masih sebatas assessment dan koordinasi awal.

Pusdalops BPBD Bondowoso terus memantau perkembangan situasi, sementara warga di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan intensitas tinggi masih berlanjut.

Pemerintah daerah berjanji segera melakukan penanganan darurat dan rekonstruksi jembatan. Namun, kejadian ini kembali membuka pertanyaan soal kesiapan infrastruktur menghadapi bencana berulang di wilayah tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.