Tiga Bocah Diduga Bobol Kotak Amal Masjid

oleh -20 Dilihat
oleh
Tiga Bocah Diduga Bobol Kotak Amal Masjid
Tiga Bocah Diduga Bobol Kotak Amal Masjid
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Aksi dugaan pencurian kotak amal di Masjid Sumber Agung, Desa Kedung Gudel, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam peristiwa tersebut, uang infak sekitar Rp2 juta dilaporkan hilang setelah kotak amal diduga dibobol oleh tiga anak yang identitasnya belum diungkap.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.49 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diamankan petugas, seorang anak diduga lebih dahulu mendatangi teras masjid dan merusak dua gembok yang mengunci kotak amal berbahan pelat besi. Tidak lama kemudian, dua anak lainnya datang dan diduga ikut mengambil seluruh uang di dalam kotak amal sebelum meninggalkan lokasi dengan membawa uang menggunakan sarung.

Dari hasil penelusuran awal, para pelaku diduga menggunakan alat pemanas untuk merusak gembok kotak amal. Nilai uang infak yang dilaporkan hilang diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.

Kasus tersebut baru diketahui pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 04.20 WIB ketika jamaah datang untuk melaksanakan salat Subuh. Saat itu, mereka mendapati dua gembok dalam kondisi rusak. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh uang di dalam kotak amal diketahui telah hilang.

Jamaah kemudian memeriksa rekaman CCTV masjid dan menemukan rekaman yang memperlihatkan tiga anak yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Rekaman itu selanjutnya menjadi salah satu barang bukti untuk membantu proses penyelidikan.

Salah seorang jamaah Masjid Sumber Agung, Ponijan, mengatakan warga baru mengetahui kejadian tersebut saat hendak melaksanakan salat Subuh.

“Taunya subuh gembok sudah rusak, buka CCTV ada anak tiga yang mencuri, uangnya Rp2 juta,” ujar Ponijan.

Menurut Ponijan, dugaan pencurian kotak amal bukan kali pertama terjadi di masjid tersebut. Meski demikian, pihak takmir memilih tidak membuat laporan resmi kepada kepolisian dan berupaya menyelesaikan persoalan secara internal. Ke depan, pengamanan di lingkungan masjid disebut akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Meskipun belum menerima laporan resmi dari pengelola masjid, jajaran Polsek Widodaren tetap mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi dari masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons awal aparat dalam mengumpulkan fakta dan mengamankan barang bukti.

Kanit Reskrim Polsek Widodaren Bripka Nurman Ribut Santoso mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan rekaman CCTV dan dua gembok yang diduga dirusak saat aksi berlangsung.

“Kami sudah datang ke lokasi, mengamankan CCTV dan gembok kotak amal. Namun pihak masjid tidak melapor, meski demikian kasus ini tetap dalam penanganan kami,” kata Nurman.

Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi guna mengidentifikasi para pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut.

Karena pelaku diduga masih berstatus anak, proses penanganan perkara akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai sistem peradilan pidana anak. Identitas maupun informasi yang dapat mengungkap jati diri anak tidak dipublikasikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap UU Perlindungan Anak serta Pedoman Pemberitaan Ramah Anak Dewan Pers. Hingga kini, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan fakta-fakta hukum, mengidentifikasi para terduga pelaku, serta mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.