Thailand dan Indonesia Dominasi BMX Supercross Banyuwangi

oleh -62 Dilihat
oleh
Thailand dan Indonesia Dominasi BMX Supercross Banyuwangi
Pemberian hadiah pada pemenang BMX Supercross, Sabtu (27/6/2026)
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Persaingan ketat langsung tersaji pada hari pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026 di Sirkuit BMX Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026). Pembalap elite Thailand dan Indonesia saling berebut posisi teratas dalam ajang yang juga menjadi arena pengumpulan poin internasional menuju persiapan Olimpiade BMX mendatang.

Pembalap Tim Nasional Thailand, Komet Sukprasert, tampil dominan di nomor men elite dengan catatan waktu 43 detik pada lintasan supercross sepanjang 465 meter. Raihan tersebut menempatkan peraih emas SEA Games 2025 itu di podium tertinggi, mengungguli dua pembalap Indonesia, Muhammad Fattahillah dan Firman Chandra Alim, yang finis di posisi kedua dan ketiga.

Dominasi pembalap Indonesia di kelas men elite turut ditunjukkan melalui keberhasilan Yosi Saputro dan Rio Akbar yang menempati posisi keempat dan kelima.

Komet Sukprasert menyatakan lintasan BMX Banyuwangi mengalami perkembangan signifikan sejak terakhir kali ia berlaga sekitar tujuh tahun lalu. Menurutnya, perubahan menjadi lintasan berstandar supercross internasional meningkatkan tingkat kesulitan sekaligus daya saing para atlet.

“Saya datang ke Banyuwangi untuk menang dan mengejar poin UCI sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade berikutnya,” ujar Komet.

Dari kubu tuan rumah, Muhammad Fattahillah menilai pencapaiannya tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding edisi sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa Sirkuit BMX Banyuwangi hingga saat ini merupakan satu-satunya lintasan supercross di Indonesia.

“Hanya di Banyuwangi ada track supercross. Karakter lintasannya sangat panjang sehingga membutuhkan daya tahan, kekuatan, dan kemampuan teknik yang tinggi,” kata Fattahillah.

Sementara itu, di kelas women elite, pembalap Tim Nasional Indonesia Amellya Nur Sifa berhasil meraih posisi pertama setelah mencatatkan waktu terbaik di babak final. Pembalap Thailand, Chutikan Kitwanitsathian, harus puas menempati posisi kedua setelah memberikan perlawanan ketat sepanjang balapan.

Amellya menyebut keikutsertaannya di Banyuwangi menjadi bagian dari evaluasi performa sebelum tampil pada UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia.

Sepanjang hari pertama penyelenggaraan, sejumlah insiden jatuh mewarnai jalannya lomba akibat tingginya intensitas persaingan. Sirkuit BMX Banyuwangi yang memiliki karakter lintasan panjang, obstacle 4 height jump, serta dua start gate setinggi 5 dan 8 meter, kembali menjadi ujian utama bagi kemampuan teknik dan ketahanan fisik para pembalap.

Hasil hari pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026 mencatat Komet Sukprasert (Thailand) sebagai juara men elite, sementara Amellya Nur Sifa (Indonesia) memimpin women elite. Pada kategori men junior, podium ditempati Muhammad Bagus Refansha, Muhammad Firmandhika Alhamzah, dan Muhammad Fernando Van Persie Augusta, yang seluruhnya berasal dari Indonesia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.