Tekan Peran Keluarga, Bupati Sindir Guru dan ASN

oleh -36 Dilihat
oleh
Tekan Peran Keluarga, Bupati Sindir Guru dan ASN
Bupati Muhammad Fawait saat membuka seminar Hari Pendidikan Nasional, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, 2 Mei 2026.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan urgensi pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembentukan generasi muda, seraya menyoroti lemahnya peran keluarga dan inkonsistensi keteladanan guru dalam praktik pendidikan di lapangan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka seminar Hari Pendidikan Nasional di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5/2026).

Dalam pemaparannya, Fawait menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata ditentukan oleh institusi sekolah, melainkan sangat bergantung pada keterlibatan keluarga. Ia mengindikasikan adanya kecenderungan sebagian orang tua menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah, meski durasi interaksi siswa di lingkungan formal sangat terbatas.

“Di sekolah hanya beberapa jam. Setelah itu, siapa gurunya? Orang tua dan keluarga,” ujar Fawait, menggarisbawahi adanya celah serius dalam pola pendidikan berbasis rumah tangga yang berpotensi melemahkan pembentukan karakter siswa.

Lebih jauh, Fawait mengungkapkan bahwa minimnya keteladanan di lingkungan keluarga menjadi titik rawan yang dapat menggagalkan agenda pendidikan karakter di Kabupaten Jember. Ia meminta kepala sekolah dan tenaga pendidik aktif membangun program yang melibatkan keluarga sebagai bagian integral dari proses pendidikan.

Tidak hanya menyasar keluarga, Fawait juga melontarkan kritik terbuka terhadap perilaku sebagian guru yang dinilai tidak konsisten menjaga integritas, baik di dalam maupun di luar kelas. Ia menyinggung fenomena penggunaan media sosial oleh tenaga pendidik yang dinilai tidak mencerminkan keteladanan.

“Murid mengamati kita, bukan hanya di kelas, tapi juga di luar. Ketegasan di kelas akan kehilangan makna jika di ruang publik justru menunjukkan perilaku yang bertolak belakang,” ujarnya.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada aparatur sipil negara (ASN), khususnya guru, yang terlibat dalam program verifikasi dan validasi data warga miskin. Program yang melibatkan 22 ribu ASN ini digulirkan Pemkab Jember untuk memperbaiki akurasi penyaluran bantuan sosial yang selama ini menuai keluhan.

Fawait mengkritik ASN yang mengeluhkan penugasan di wilayah terpencil melalui media sosial. Ia menilai sikap tersebut tidak mencerminkan profesionalisme, terlebih jika dikonsumsi publik, termasuk peserta didik.

Di sisi lain, Fawait memaparkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan berbagai kebijakan yang menguntungkan ASN, termasuk tidak melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tunjangan Kinerja (Tukin), serta tetap melanjutkan program PPPK penuh waktu maupun paruh waktu di tengah pembatasan belanja pegawai secara nasional.

Namun, kebijakan tersebut disertai tuntutan tegas. Fawait meminta seluruh ASN berkontribusi nyata dalam penanganan kemiskinan yang disebutnya sebagai krisis serius di Jember. Ia menilai berbagai kebijakan selama ini belum efektif akibat persoalan data yang tidak akurat.

“Ini bukan sekadar program administratif, tapi krisis. Semua sektor harus terlibat, tanpa kecuali,” tegasnya.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya tekanan kuat dari kepala daerah terhadap ASN untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga integritas, di tengah sorotan publik terhadap efektivitas program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.