Tebing Ambrol Tutup Jalur Wisata Trawas

oleh -24 Dilihat
oleh
Tebing Ambrol Tutup Jalur Wisata Trawas
Tebing Ambrol Tutup Jalur Wisata Trawas
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Tebing setinggi sekitar tiga meter ambrol dan menutup sebagian badan Jalan Raya Trawas–Mojosari di Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.49 WIB itu menyebabkan arus lalu lintas di jalur penghubung kawasan wisata Trawas dengan Mojosari sempat tersendat karena kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, material longsoran berupa tanah bercampur air menutupi separuh badan jalan sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan kendaraan akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, kondisi jalan yang menyempit dinilai meningkatkan potensi kecelakaan apabila tidak segera ditangani.

Laporan kejadian segera diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diterjunkan ke lokasi bersama personel Polsek Trawas, Koramil Trawas, perangkat desa, relawan, dan warga untuk melakukan pembersihan material longsoran secara manual.

Upaya penanganan difokuskan pada pembukaan akses jalan agar aktivitas masyarakat dan kendaraan menuju kawasan wisata kembali normal. Berdasarkan hasil penanganan, seluruh material longsoran berhasil disingkirkan sekitar pukul 12.20 WIB atau kurang dari satu jam setelah kejadian. Setelah proses pembersihan selesai, arus lalu lintas kembali dibuka penuh dan kendaraan dapat melintas dari kedua arah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menjelaskan hasil asesmen awal menunjukkan ambrolnya tebing diduga dipicu aliran air yang berada di bagian atas lereng. Aliran tersebut secara bertahap mengikis struktur tanah hingga akhirnya menyebabkan longsoran ke badan jalan.

“Saat kejadian cuaca dalam kondisi cerah dan sebelumnya tidak turun hujan di lokasi. Aliran air di atas tebing menjadi penyebab tanah tergerus hingga ambrol,” ujar Abdul Khakim, Sabtu (4/7/2026).

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa faktor pemicu longsoran tidak selalu berkaitan dengan hujan yang terjadi saat kejadian, melainkan juga dipengaruhi kondisi drainase alami dan stabilitas tanah pada lereng. Namun demikian, penyebab tersebut merupakan hasil asesmen awal BPBD dan menjadi dasar langkah mitigasi di lokasi.

BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur perbukitan, khususnya di kawasan Trawas yang memiliki sejumlah tebing dengan kondisi tanah labil. Pengguna jalan juga diminta memperhatikan potensi pergerakan tanah pada titik-titik yang dialiri air, meskipun cuaca sedang cerah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan longsor sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan gangguan terhadap keselamatan pengguna jalan maupun kelancaran akses menuju kawasan wisata di Kabupaten Mojokerto.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.