Tavares Minta Bonek Tak Bebani Persebaya Target Juara

oleh -31 Dilihat
oleh
Tavares Minta Bonek Tak Bebani Persebaya Target Juara
Tim Persebaya Surabaya di Kompetisi Super League 2026/2027
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta Bonek dan Bonita tidak memberikan tekanan berlebihan kepada skuad Bajul Ijo dengan tuntutan wajib menjuarai Super League 2026/2027. Tavares menilai ekspektasi tinggi yang tidak diimbangi penilaian realistis terhadap kekuatan tim justru berpotensi menjadi beban mental bagi para pemain.

Pernyataan itu disampaikan setelah keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026 memunculkan euforia dan harapan besar dari suporter. Namun, Tavares mengingatkan bahwa keberhasilan dalam turnamen pramusim tidak dapat dijadikan ukuran otomatis bahwa Persebaya akan mampu mendominasi kompetisi liga.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Super League menghadirkan tingkat persaingan yang berbeda. Persebaya akan berhadapan dengan sejumlah klub yang dinilai memiliki sumber daya finansial lebih besar serta kemampuan lebih luas dalam merekrut pemain berkualitas.

Tavares meminta publik dan suporter melihat peta persaingan secara objektif. Ia menyinggung kekuatan sejumlah rival seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Dewa United, Bali United hingga Bhayangkara yang memiliki kapasitas berbeda dalam membangun skuad.

Meski demikian, Tavares menegaskan pernyataannya bukan berarti meragukan kualitas pemain Persebaya. Ia tetap percaya kepada anak asuhnya, namun meminta semua pihak memahami bahwa tuntutan berlebihan dapat menciptakan tekanan yang tidak diperlukan di tengah kompetisi panjang.

“Target saya adalah berusaha memenangkan pertandingan berikutnya. Anda tidak pernah mendengar saya bilang ingin jadi juara. Tidak pernah. Saya tidak pernah mengatakan hal itu,” tegas Tavares.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa fokus utama Persebaya di bawah kepemimpinannya adalah membangun konsistensi dari pertandingan ke pertandingan, bukan menjadikan target juara sebagai tekanan yang terus dibebankan kepada pemain sejak awal musim.

Tavares juga mengingatkan bahwa Persebaya telah menunggu cukup lama untuk kembali merasakan gelar juara kompetisi liga. Karena itu, menurutnya, tuntutan yang terus diulang selama puluhan tahun belum tentu menjadi solusi untuk mempercepat lahirnya prestasi.

Ia justru meminta Bonek dan Bonita memberikan dukungan ketika tim berada dalam situasi sulit. Dukungan, kata Tavares, tidak seharusnya hanya hadir ketika tim menang atau sedang berada di puncak performa.

Menurut dia, pemain bukan mesin yang dapat dipastikan selalu tampil sempurna dalam setiap pertandingan. Dalam kompetisi panjang, performa individu maupun tim dapat mengalami naik turun sehingga atmosfer dukungan suporter menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mental bertanding.

Keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026 memang menjadi modal kepercayaan diri menjelang Super League 2026/2027. Namun, Tavares berulang kali menekankan agar pencapaian tersebut tidak membuat tim maupun suporter kehilangan sikap realistis.

Dari sudut pandang persaingan, pernyataan Tavares menunjukkan adanya kesadaran terhadap perbedaan sumber daya antar-klub di kompetisi kasta tertinggi. Sementara dari sisi psikologis, ia melihat tekanan publik yang berlebihan dapat menjadi persoalan tersendiri bagi pemain apabila tidak dikelola dengan baik.

Tavares pun memilih mempertahankan filosofi sederhana: mempersiapkan tim sebaik mungkin dan berusaha memenangkan pertandingan terdekat.

Bagi Persebaya, tantangan sesungguhnya kini bukan sekadar menjaga euforia setelah Piala Presiden, melainkan membuktikan konsistensi dalam kompetisi panjang. Dukungan suporter, kesiapan pemain, strategi pelatih dan kemampuan menghadapi tekanan akan menjadi bagian dari ujian Bajul Ijo sepanjang musim.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.