KEDIRI, Garudasatunews.id – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 digelar secara sederhana di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (4/4/2026), di tengah sorotan publik atas pemulihan pasca insiden pembakaran kantor pemkab pada 2025 lalu.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di Pendopo Panjalu Jayati, lokasi peringatan kali ini dipindahkan ke area perkantoran pemerintah. Langkah ini dinilai sebagai simbol terbuka sekaligus penegasan kondisi pemkab yang tengah berbenah.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyatakan pemilihan lokasi bertujuan menunjukkan progres pemulihan fisik dan tata kelola pemerintahan.
“Supaya masyarakat bisa melihat langsung kondisi Pemkab yang sekarang sudah semakin baik,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, kompleks perkantoran Pemkab Kediri sempat mengalami kerusakan berat akibat aksi anarkis massa pada Agustus 2025. Momentum hari jadi ini pun digunakan sebagai penanda kebangkitan sekaligus ajakan menjaga stabilitas daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan santunan kepada penyandang disabilitas dan anak yatim, yang dipimpin langsung oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda. Meski berlangsung sederhana, agenda tetap memuat unsur historis melalui pembacaan Prasasti Harinjing sebagai tonggak berdirinya Kabupaten Kediri.
Selain itu, simbolisasi kepemimpinan ditunjukkan melalui penyerahan gunungan hasil bumi dari bupati kepada wakil bupati. Prosesi ini dimaknai sebagai upaya memperkuat sinergi dan soliditas di internal pemerintahan.
Namun, di balik kesederhanaan acara, muncul pertanyaan publik terkait efektivitas pemulihan pascakejadian 2025 serta sejauh mana reformasi tata kelola telah berjalan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito menegaskan harapannya agar Kabupaten Kediri tetap menjadi daerah yang harmonis dan sejahtera.
“Harapan kami tetap guyub rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” tandasnya.
Red-Garudasatunews
















