BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan 250 sambungan rumah (SR) memperoleh akses air bersih melalui pembangunan 15 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) selama 2026. Program tersebut difokuskan untuk memperluas layanan air bersih di wilayah yang selama ini kerap mengalami krisis air saat musim kemarau.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru) Bondowoso, Dadan Kurniawan, mengatakan proses pembangunan telah dimulai sejak pekan ketiga Juni 2026 dan kini masih berada pada tahap awal pelaksanaan.
Menurut Dadan, pelaksanaan proyek masih disertai sejumlah penyesuaian, terutama berkaitan dengan perubahan harga material dan biaya operasional, termasuk pengaruh harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap pekerjaan di lapangan.
Sebanyak 250 sambungan rumah merupakan target akumulatif dari 15 lokasi pembangunan SPAM. Namun, jumlah penerima manfaat di setiap titik tidak sama karena dipengaruhi kondisi teknis, seperti panjang jaringan perpipaan serta jarak antara sumber air dan kawasan permukiman.
Ia menjelaskan, pembangunan SPAM yang menggunakan sumur bor baru rata-rata mampu melayani sekitar 50 sambungan rumah pada setiap titik. Akan tetapi, apabila jaringan distribusi harus menjangkau wilayah yang lebih jauh, kapasitas pelayanan berpotensi menurun.
“Panjang jaringan pipa dan lokasi sumber air sangat menentukan jumlah sambungan rumah yang dapat dilayani. Semakin dekat sumber air dengan permukiman, semakin optimal kapasitas layanan yang dihasilkan,” ujar Dadan, Selasa (30/6/2026).
Pemerintah daerah menerapkan prinsip pemerataan dalam pembangunan SPAM dengan menempatkan sedikitnya satu titik di setiap desa pada masing-masing kecamatan yang menjadi sasaran. Penentuan lokasi tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber air agar sistem dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Tahun ini, pembangunan SPAM dilaksanakan di Kecamatan Tegalampel, Maesan, Cermee, Grujugan, Tlogosari, Botolinggo, Taman Krocok, serta lebih dari satu titik di Kecamatan Wringin, Binakal, Sumber Wringin, dan Wonosari.
Pemkab Bondowoso berharap pembangunan infrastruktur tersebut mampu meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat di kawasan rawan kekeringan. Apabila kebutuhan sambungan rumah masih tinggi setelah proyek selesai, pemerintah daerah akan mengusulkan perluasan jaringan pada tahun anggaran berikutnya agar cakupan pelayanan air bersih semakin luas.
(Red-Garudasatunews)













