Tanpa Lampu dan Rambu, Proyek Gorong-gorong di Jalan Provinsi Makan Banyak Korban di Pakandangan Sumenep 

oleh -53 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

 

SUMENEP, Garudasatunews.id – Proyek pembangunan gorong-gorong di jalan provinsi, tepatnya di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam. Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut dituding menjadi penyebab rentetan kecelakaan yang menimpa sejumlah pengendara jalan hingga Jumat (22/5).

 

Minimnya rambu peringatan dan ketiadaan lampu penerangan di sekitar lokasi proyek diduga kuat menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan.

 

​Pada Sabtu (23/5/2026), pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Polsek Bluto, Briptu Yayan, membenarkan adanya rentetan insiden kecelakaan di lokasi proyek tersebut.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, korban tidak hanya berasal dari warga lokal, melainkan juga pengendara dari luar daerah.

​”Benar, ada kejadian tersebut (kecelakaan). Bahkan salah satu warga asal Kabupaten Sampang diketahui ikut menjadi korban akibat proyek ini,” ujar Briptu Yayan saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5).

 

​Polisi Turun Tangan Amankan TKP :

​Merespons situasi yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, Polsek Bluto bergerak cepat dengan menerjunkan sejumlah personel ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini diambil guna mengantisipasi jatuhnya korban susulan di jalur lintas kabupaten tersebut.

 

​Di lokasi, petugas langsung melakukan pengamanan dan memasang garis polisi (police line) di sekeliling area proyek gorong-gorong yang terbuka. Pemasangan ini diharapkan dapat menjadi penanda visual bagi para pengendara yang melintas, terutama pada malam hari.

 

​Pihak Kontraktor dan Dinas Terkait Masih Bungkam :

 

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemborong (kontraktor) maupun dinas terkait mengenai kelalaian fasilitas keselamatan kerja (K3) pada proyek tersebut.

​Bungkamnya pihak-pihak terkait diduga berkaitan dengan status jalur tersebut. Mengingat lokasi proyek berada di area jalan provinsi, maka segala kebijakan, pengawasan, dan kewenangan penuh berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

 

​Warga dan pengguna jalan berharap Pemprov dan pihak Dinas Terkait segera menegur kontraktor pelaksana agar memasang lampu penerangan dan rambu yang memadai sebelum menelan lebih banyak korban jiwa.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.