Tanam Serempak Mojokerto, Efektivitas Dipertanyakan

oleh -77 Dilihat
oleh
Tanam Serempak Mojokerto, Efektivitas Dipertanyakan
Pemkot Mojokerto Gelar Tanam Serempak, Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Kemarau
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id — Pemerintah Kota Mojokerto menggelar gerakan percepatan tanam serempak di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Program ini diklaim sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan menjelang musim kemarau, namun efektivitas implementasinya masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Kegiatan yang dilakukan serentak dengan daerah lain di Jawa Timur ini disebut memanfaatkan sisa curah hujan sebelum kemarau tiba. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa percepatan tanam bukan sekadar agenda simbolik.

“Momentum hujan ini harus dimanfaatkan untuk tanam, apalagi kita akan menghadapi musim kemarau,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Namun di lapangan, sejumlah petani masih menghadapi tantangan klasik seperti distribusi pupuk subsidi, ketersediaan air saat kemarau, serta stabilitas harga hasil panen. Hal ini menimbulkan keraguan apakah program tanam serempak mampu menjawab persoalan struktural pertanian secara menyeluruh.

Pemkot Mojokerto mengklaim telah menyiapkan dukungan berupa pendampingan penyuluh, pengendalian hama, bantuan pestisida, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian seperti traktor dan alat panen. Selain itu, kerja sama dengan Bulog disebut dilakukan untuk menjamin penyerapan hasil panen petani.

Meski demikian, pengawasan distribusi pupuk subsidi dan efektivitas bantuan alat pertanian masih menjadi titik krusial yang kerap dikeluhkan petani. Tanpa pengawasan ketat, program berpotensi hanya berhenti pada tataran administratif tanpa dampak signifikan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kelompok Tani Mekarsari melakukan penanaman padi di lahan sekitar satu hektare dengan estimasi produksi 6 hingga 8 ton. Skala ini dinilai masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pangan secara keseluruhan, sehingga kontribusinya terhadap ketahanan pangan daerah perlu diuji lebih lanjut.

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu juga mengapresiasi warga perkotaan yang tetap bertani di tengah keterbatasan lahan. Namun, keberlanjutan sektor pertanian di wilayah urban dinilai membutuhkan kebijakan yang lebih komprehensif, tidak hanya berbasis kegiatan seremonial.

“Peran petani di kota tetap penting untuk memenuhi kebutuhan pangan,” tegasnya.

Dengan berbagai klaim dukungan dan target peningkatan produksi, publik kini menanti sejauh mana gerakan tanam serempak ini benar-benar mampu memperkuat ketahanan pangan, terutama saat menghadapi tekanan musim kemarau dan persoalan distribusi yang berulang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.