MALANG, Garudasatunews.id – Dinas Kesehatan Kota Malang menemukan sejumlah makanan takjil yang dijual di pasar Ramadan mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dan zat pewarna sintetis rhodamin B. Temuan ini berasal dari hasil uji laboratorium yang dilakukan di 19 titik pasar takjil di lima kecamatan sejak 23–26 Februari 2026.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyebutkan dari 101 sampel makanan yang diuji, 91 dinyatakan aman dikonsumsi, sedangkan sisanya terpapar E. coli. Selain itu, dari 69 sampel yang diuji kandungan pewarnanya, empat makanan terdeteksi mengandung rhodamin B, zat pewarna sintetis yang dilarang karena berpotensi membahayakan kesehatan jangka panjang.
“Hasil uji menunjukkan mayoritas aman, tapi sebagian kecil yang tidak higienis tetap menjadi perhatian kami,” ujar Husnul, Selasa (3/3/2026). Ia menekankan, konsumen harus lebih cermat memilih makanan, terutama yang memiliki warna mencolok karena kemungkinan menggunakan bahan pengawet berlebihan atau zat berbahaya.
Dinkes Kota Malang telah menindaklanjuti temuan tersebut dengan mendata nama dan alamat pedagang yang produknya terindikasi berbahaya. “Kami pastikan para pedagang yang terbukti memakai bahan tidak direkomendasikan akan ditindak sesuai prosedur,” tegas Husnul.
Meskipun mayoritas makanan dinyatakan aman, temuan ini menjadi peringatan agar praktik higienis dan penggunaan bahan pangan aman tetap diterapkan di seluruh pasar takjil Kota Malang. (Red-Garudasatunews)














