SURABAYA, Garudasatunews.id – Dampak kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, merembet pada pembatalan sejumlah perjalanan kereta dari wilayah Daop 8 Surabaya. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan sedikitnya tiga jadwal keberangkatan pada hari berikutnya dihentikan.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan gangguan operasional terjadi akibat insiden yang berdampak langsung pada lintas jalur utama menuju Jakarta. Namun, belum dijelaskan secara rinci penyebab teknis kecelakaan yang memicu pembatalan tersebut.
“Untuk jadwal keberangkatan ada tiga yang terdampak esok hari,” ujar Mahendro dalam keterangan yang diterima, Senin malam.
Tiga perjalanan yang dibatalkan meliputi KA 163 Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA 94-91 Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen, serta KA 29F Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir. Seluruhnya merupakan rangkaian jarak jauh dengan tujuan Jakarta yang bergantung pada kelancaran jalur lintas Bekasi.
Informasi awal menyebutkan tabrakan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB di area Stasiun Bekasi Timur, melibatkan KAJJ Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line. Benturan keras menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah gerbong, memicu pertanyaan serius terkait sistem pengamanan dan pengaturan lalu lintas kereta di jalur padat tersebut.
Data sementara mencatat 240 penumpang KAJJ Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, 38 penumpang KRL berhasil dievakuasi, dengan tujuh orang dilaporkan meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait kronologi detail maupun potensi kelalaian yang menyebabkan kecelakaan.
Pihak PT KAI menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan fokus utama saat ini pada evakuasi serta penanganan korban. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan perusahaan tengah memprioritaskan keselamatan penumpang dan petugas di lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujarnya.
(Red-Garudasatunews)














