Tabrakan Jombang, Dugaan Kelalaian Pengawasan Jalan

oleh -39 Dilihat
oleh
Tabrakan Jombang, Dugaan Kelalaian Pengawasan Jalan
Petugas Satlantas Polres Jombang mengamankan dua kendaraan yang terlibat kecelakaan, Kamis malam (9/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kecelakaan maut di Jalan Raya Janti, Kecamatan Jogoroto, Kamis malam (9/4/2026), menewaskan seorang pesepeda dan kembali menyoroti lemahnya pengawasan serta disiplin berlalu lintas di jalur rawan kecelakaan tersebut.

Insiden melibatkan sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi S-57xx-RQ dengan sepeda angin yang dikendarai Umar (58), warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka parah, sementara pengendara motor, Yusuf (27), warga Plosogeneng, hanya mengalami luka di pergelangan tangan kiri.

Berdasarkan keterangan di lapangan, korban sempat dilarikan ke RSUD Jombang. Namun, luka serius yang diderita membuat nyawanya tidak tertolong, menambah daftar panjang kecelakaan fatal di ruas jalan tersebut.

Ismail Fauzan (42), sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas), mengungkapkan kronologi kejadian yang mengindikasikan adanya faktor kelalaian saat memasuki jalur utama. “Sepeda angin keluar dari jalan kampung, kemudian langsung menyeberang tanpa memperhatikan arus kendaraan dari arah timur, hingga akhirnya tertabrak,” ujarnya.

Namun demikian, peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan terkait minimnya rambu peringatan serta pengamanan di titik perlintasan jalan kampung menuju jalan raya yang kerap dilalui warga.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menyatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Kami masih mendalami seluruh faktor penyebab, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dari kedua pihak,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh pengguna jalan, terutama di jalur yang memiliki akses keluar-masuk permukiman warga tanpa pengamanan memadai.

Kecelakaan ini kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat terkait untuk mengevaluasi sistem keselamatan jalan, termasuk penyediaan rambu, penerangan, hingga pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan yang selama ini luput dari perhatian serius.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.