Surabaya Jadikan Game Jembatan Belajar

oleh -230 Dilihat
Surabaya Jadikan Gim Jembatan Belajar
Delegasi pemenang MLBB Goes to School dan Teacher Ambassador (TA) asal Surabaya hadir di Arena M7 World Championship, Jakarta.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Surabaya menghadirkan pendekatan segar dalam pendidikan digital dengan menjadikan gim sebagai ruang belajar bersama guru dan siswa. Melalui gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kota Pahlawan membangun jembatan dialog lintas generasi di dunia digital.

Pendekatan ini tercermin dari kehadiran delegasi pemenang MLBB Goes to School dan Teacher Ambassador (TA) asal Surabaya di Arena M7 World Championship, Jakarta. Program tersebut menegaskan bahwa gim tidak selalu berdampak negatif, melainkan bisa menjadi sarana edukatif jika dikelola dengan tepat.

Di Surabaya, guru tidak lagi berada di luar dunia digital siswa. Mereka hadir, memahami, dan mendampingi, menjadikan gim sebagai medium penanaman nilai dan pengembangan karakter.

“Fokus kami bukan mencetak atlet profesional, tetapi menanamkan nilai kehidupan. Anak-anak belajar menerima kekalahan, bekerja sama, dan menang tanpa arogan. Itu soft skill penting yang tak selalu diajarkan di kelas,” kata Erina Tan, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, di Arena M7.

Peran guru menjadi kunci. Para pendidik dibekali pemahaman bahwa gim dapat menjadi bahasa bersama dengan siswa. Nilai Pray, Respect, Peace Out (DTS) ditanamkan, mulai dari berdoa sebelum bermain, saling menghormati, hingga menolak perilaku toksik di ruang digital.

“Gawai tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak hari ini. Karena itu, mereka tidak cukup hanya dilarang, tetapi harus didampingi. Tanpa pendampingan, hasilnya justru bisa negatif,” ujar Febrina Kusumawati, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Menurut Febrina, MLBB menjadi pintu masuk bagi guru untuk memahami dunia siswa, sekaligus mengarahkan penggunaan gawai secara sehat dan bertanggung jawab.

“Moonton tidak sekadar mengajarkan cara bermain, tetapi membawa edukasi sehat. Di dalam gim ada pembelajaran emosi dan kerja sama, itulah yang kami manfaatkan,” tambahnya.

Sementara itu, M. Hadi Wawan Guntoro, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, menilai program ini mampu menjaga keseimbangan antara akademik dan minat siswa.

“Pesannya jelas: belajar dulu, baru mabar. Pendidikan tetap prioritas, namun anak-anak tetap punya ruang mengembangkan minat dan belajar kerja tim lewat gim,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman menyaksikan langsung M7 World Championship memberi inspirasi nyata bahwa hobi yang dijalani dengan disiplin dan pendampingan dapat tumbuh menjadi prestasi berkelas dunia.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.