BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga Nusantara, suporter Persibo Bojonegoro mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membuka ruang dialog untuk membahas masa depan klub kebanggaan masyarakat Kota Ledre tersebut.
Desakan itu mencerminkan perhatian besar suporter terhadap keberlangsungan Persibo, terutama terkait dukungan pemerintah daerah dan berbagai persoalan yang dinilai perlu dibicarakan secara terbuka. Suporter menginginkan adanya komunikasi langsung agar persoalan klub tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Ruang dialog dinilai penting karena Persibo bukan sekadar klub sepak bola, tetapi juga memiliki basis pendukung yang kuat serta menjadi bagian dari identitas olahraga masyarakat Bojonegoro. Karena itu, kebijakan maupun langkah Pemkab yang berkaitan dengan Persibo diharapkan dapat dikomunikasikan secara transparan kepada publik.
Dorongan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kesiapan menghadapi kompetisi tidak hanya menyangkut skuad, pelatih dan jadwal pertandingan. Persiapan klub membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, terutama dalam hal fasilitas, pengelolaan pertandingan dan aspek pendukung lainnya.
Sebelumnya, persoalan dukungan Pemkab terhadap Persibo juga pernah menjadi perhatian publik, termasuk terkait penggunaan Stadion Letjend H. Soedirman. Elemen suporter dan panitia pertandingan pernah menyoroti besarnya tarif sewa stadion yang dinilai membebani klub. DPRD Bojonegoro kemudian mendorong adanya kebijakan khusus agar Persibo memperoleh dukungan yang tetap berada dalam koridor aturan.
Dalam konteks Liga Nusantara, tuntutan dialog menjadi semakin relevan karena kompetisi menuntut kesiapan klub secara menyeluruh. Persibo sendiri sebelumnya tercatat sebagai peserta Liga Nusantara dan pernah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan target prestasi yang lebih tinggi.
Suporter pada akhirnya tidak hanya membutuhkan janji mengenai keberlangsungan Persibo, tetapi juga kepastian mengenai arah pengelolaan klub. Dialog terbuka antara Pemkab, manajemen, suporter dan pihak terkait dapat menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang masih mengemuka.
Langkah tersebut sekaligus penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman antara pemerintah daerah dan kelompok suporter. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap kebijakan mengenai Persibo dapat disampaikan berdasarkan data, aturan dan kebutuhan klub.
Desakan membuka ruang dialog tersebut kini menjadi ujian bagi semua pihak untuk menunjukkan komitmen terhadap masa depan sepak bola Bojonegoro. Kepentingan Persibo, dukungan publik dan tata kelola pemerintahan perlu ditempatkan dalam satu kerangka yang transparan agar klub dapat menghadapi kompetisi secara lebih siap dan profesional.
(Red-Garudasatunews)
















