Strategi Atasi Cemas UTBK, Efektif atau Teoritis?

oleh -34 Dilihat
oleh
Strategi Atasi Cemas UTBK, Efektif atau Teoritis
Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) membagikan strategi mengatasi cemas menjelang Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026. Seleksi ini segera berlangsung pada 21 hingga 30 April mendatang.
banner 468x60

SURABAYA, Saksimata.my.id – Guru Besar Universitas Airlangga membagikan strategi menghadapi kecemasan menjelang Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 April mendatang.

Dewi Retno Suminar menegaskan kesiapan mental menjadi faktor krusial selain penguasaan materi. Menurutnya, indikator kesiapan psikologis dapat dilihat dari kemampuan siswa mengelola pikiran tanpa terjebak pada kekhawatiran berlebihan terhadap jenis soal yang akan dihadapi.

“Pikiran-pikiran tersebut menjadi tolak ukur ketidaksiapan mental dalam menghadapi ujian,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan teknik self talking atau berbicara positif kepada diri sendiri dapat membantu meredam kecemasan. Metode ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa sehingga lebih fokus pada proses belajar yang telah dijalani.

“Siswa akan lebih yakin ketika percaya dengan kemampuannya sendiri,” katanya.

Selain itu, peran lingkungan, khususnya orang tua, disebut memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas emosi siswa. Komunikasi yang menenangkan dinilai lebih efektif dibandingkan tekanan yang justru menyoroti kelemahan anak.

Namun dari sudut pandang investigatif, pendekatan psikologis yang ditawarkan dinilai masih bersifat normatif dan belum tentu menjawab tekanan nyata yang dihadapi siswa di lapangan. Tingginya persaingan UTBK SNBT, keterbatasan akses bimbingan belajar, serta ketimpangan kualitas pendidikan menjadi faktor eksternal yang tidak sepenuhnya tersentuh oleh strategi tersebut.

Di sisi lain, Dewi juga menekankan pentingnya evaluasi kemampuan secara jujur. Siswa disarankan mengidentifikasi kelemahan melalui latihan soal dan memperbaikinya dengan pendekatan teknis, termasuk membaca soal secara berulang untuk memastikan pemahaman.

Motivasi belajar dapat diperkuat melalui cara sederhana, seperti menempelkan target jurusan atau profesi impian sebagai pengingat visual. Namun efektivitas metode ini kembali bergantung pada kondisi psikologis dan lingkungan masing-masing siswa.

Kondisi fisik juga menjadi perhatian penting. Pola makan, asupan vitamin, serta waktu istirahat yang cukup disebut sebagai fondasi utama dalam menjaga performa selama masa persiapan ujian.

“Jangan lupa menjaga kesehatan badan dan tidur yang cukup,” pungkasnya.

Meski berbagai strategi telah disampaikan, publik menilai diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk dukungan sistem pendidikan dan pemerataan akses belajar, agar kesiapan siswa tidak hanya bergantung pada kekuatan mental individu semata. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.