Stop Bullying Jadi Sorotan Hari Pertama MPLS

oleh -54 Dilihat
oleh
Stop-Bullying-Jadi-Sorotan-Hari-Pertama-MPLS
Stop-Bullying-Jadi-Sorotan-Hari-Pertama-MPLS
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Ngasem, Senin (13/7/2026). Pada hari pertama tahun ajaran baru itu, Mas Dhito mengingatkan seluruh peserta didik baru agar menjauhi segala bentuk bullying sekaligus mengurangi penggunaan gadget secara berlebihan.

Di hadapan 128 siswa kelas VII, Mas Dhito menekankan bahwa tindakan perundungan, baik secara fisik maupun verbal, tidak boleh mendapat ruang di lingkungan pendidikan. Menurutnya, bullying berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban, mulai dari rasa takut, hilangnya kepercayaan diri, hingga terganggunya proses belajar.

“Saya juga ingatkan jangan melakukan bullying, baik secara fisik ataupun verbal,” tegas Mas Dhito di hadapan para siswa.

Selain mengingatkan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, Bupati Kediri juga mengajak para peserta didik untuk lebih fokus belajar dan membatasi penggunaan gadget agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan maupun interaksi sosial di lingkungan sekolah.

Dalam arahannya, Mas Dhito meminta siswa menghormati guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ia mengimbau peserta didik memperhatikan materi yang disampaikan di kelas dan tidak ragu melaporkan setiap kendala atau persoalan kepada pihak sekolah.

“Kalau guru sedang ngajar perhatikan, kalian sudah SMP, kalau ada kendala lapor,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Mas Dhito untuk berdialog dengan siswa kelas VIII. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti masih ditemukannya pelajar SMP yang datang ke sekolah menggunakan sepeda motor meski belum memenuhi persyaratan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut Mas Dhito, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di SMP Negeri 2 Ngasem, tetapi juga menjadi fenomena di sejumlah sekolah di Kabupaten Kediri. Ia menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan orang tua agar keselamatan pelajar tetap menjadi prioritas.

“Ini yang menjadi dilema dan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan orang tua murid di seluruh Kabupaten Kediri,” katanya.

SMP Negeri 2 Ngasem yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mulai beroperasi pada 2023. Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 128 peserta didik baru mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari.

Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, kegiatan MPLS bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, kurikulum, tenaga pendidik, tata tertib, serta mendorong peserta didik membangun karakter disiplin, saling menghormati, dan menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh warga sekolah.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.