Stok Kurban Jatim Melimpah, Pengawasan Kesehatan Diperketat

oleh -51 Dilihat
oleh
Stok Kurban Jatim Melimpah, Pengawasan Kesehatan Diperketat
Stok Hewan Kurban Jatim 2 Juta Ekor, Khofifah: Cukup, Aman, Sehat, Siap Distribusi!
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi mencukupi. Namun di tengah tingginya permintaan pasar dan kenaikan harga ternak, pengawasan distribusi serta kesehatan hewan kini menjadi sorotan utama.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur dipastikan aman, sehat, dan siap didistribusikan, baik untuk kebutuhan dalam daerah maupun luar provinsi. Pernyataan itu disampaikan usai melakukan inspeksi langsung di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).

“Stok cukup, aman dan sehat. Ini penting disampaikan kepada publik, bukan hanya untuk Jawa Timur tetapi juga luar Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Data Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Jawa Timur mencatat total ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau.

Sementara proyeksi kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 427.060 ekor. Rinciannya meliputi 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, serta 10 ekor kerbau. Dengan selisih stok yang cukup besar, Jawa Timur dipastikan masih menjadi salah satu daerah pemasok utama hewan kurban nasional.

Khofifah menyebut Kabupaten Lamongan menjadi salah satu penyangga terbesar suplai ternak di Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2026, populasi ternak di wilayah tersebut mencapai 108.987 ekor sapi potong, 97.288 ekor kambing, 86.319 ekor domba, dan 130 ekor kerbau.

“Lamongan menjadi salah satu daerah dengan ketersediaan sapi yang cukup besar,” katanya.

Di sisi lain, meningkatnya antusiasme masyarakat untuk berkurban turut mendorong kenaikan harga hewan ternak di pasaran. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga sapi hidup naik antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan harga berdasarkan bobot hidup mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Meski harga melonjak, omzet penjualan ternak disebut tetap meningkat dibanding tahun 2025. Kondisi ini dinilai memberikan dampak ekonomi positif bagi peternak di tengah tekanan biaya produksi dan fluktuasi pasar.

“Saya berterima kasih kepada para peternak yang tetap memiliki semangat luar biasa, apalagi jika penjualan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ungkap Khofifah.

Untuk kambing dan domba, harga mulai menunjukkan kestabilan dibanding akhir 2025 hingga awal 2026. Hewan kurban jenis tersebut paling banyak diminati masyarakat pada kisaran harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.

Pemprov Jawa Timur juga mengerahkan ribuan personel guna memastikan kesehatan hewan kurban tetap terjaga. Total petugas yang disiagakan meliputi 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.

Petugas tersebut akan melakukan pemeriksaan antemortem dan post mortem di seluruh kabupaten/kota guna mencegah peredaran hewan tidak layak kurban maupun potensi penyebaran penyakit ternak.

Khofifah menegaskan seluruh hewan kurban yang beredar telah melalui pengawasan kesehatan, termasuk vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan ternak berkala di berbagai wilayah Jawa Timur.

“Ternak yang beredar telah mendapatkan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan sehingga kesehatannya terjamin,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.