Stok Gudang Capai 2.000 Ton, Pupuk Bersubsidi di Bangkalan Dipastikan Aman.

oleh -32 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKALAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi aman hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini diperoleh setelah tim lapangan melakukan inspeksi ke sejumlah agen dan kios di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Pemkab Bangkalan, Abu Said, menyatakan bahwa stok di tingkat distributor hingga kios masih sangat memadai.
“Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan hingga 28 Agustus 2026, pasokan pupuk bersubsidi di Bangkalan dalam kondisi aman. Di gudang penyangga bahkan masih tersimpan sekitar 2.000 ton,” ujar Abu Said di Bangkalan, Minggu (30/8/2026).

Pada tahun anggaran 2026, Kabupaten Bangkalan menerima alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat sebanyak 33.771 ton yang mencakup jenis Urea, NPK, dan pupuk Organik.

Realisasi Penyaluran dan Harga Eceran Tertinggi
Hingga akhir Agustus, realisasi penyerapan pupuk bersubsidi oleh petani di Bangkalan bervariasi antara 22 persen hingga 61 persen dari total alokasi, dengan rincian:
NPK: 61 persen
Urea: 45 persen
Organik: 22 persen

Penyaluran pupuk bersubsidi di Bangkalan dilayani oleh 112 kios resmi yang tersebar di 18 kecamatan. Abu Said menegaskan seluruh kios wajib menjual pupuk sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah:
Urea: Rp1.800/kg (Rp90.000 per sak 50 kg)
NPK: Rp1.840/kg (Rp92.000 per sak 50 kg)
Organik: Rp640/kg (Rp25.600 per sak 40 kg)

Guna mengantisipasi kelangkaan dan kelapangan distribusi yang tidak tepat sasaran, Pemkab Bangkalan telah menerjunkan tim pemantau khusus di seluruh kecamatan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.