Stok Beras 4,9 Juta Ton, Transparansi Bulog Diuji

oleh -57 Dilihat
oleh
Stok Beras 4,9 Juta Ton, Transparansi Bulog Diuji
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdiskusi dengan elemen mahasiswa Sidoarjo dan Surabaya di pergudangan Bulog Buduran
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, meninjau Komplek Pergudangan Banjarkemantren Perum Bulog Cabang Surabaya di Buduran, Sidoarjo, Minggu (19/4/2026), untuk memastikan kondisi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Kunjungan ini menyoroti klaim pemerintah terkait stok beras nasional yang disebut mencapai rekor tertinggi, di tengah tuntutan publik atas transparansi data pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama jajaran manajemen menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini mencapai 4,9 juta ton. Angka tersebut diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan ditargetkan segera menembus 5 juta ton. Namun, tidak disertai rincian distribusi stok, kualitas beras, maupun kesiapan logistik penyaluran ke daerah rawan pangan.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan stok pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terkait keterbukaan data pangan yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dapat diakses secara independen.

Mentan Andi Amran Sulaiman dalam peninjauan tersebut mengapresiasi langkah Bulog yang melibatkan berbagai unsur, termasuk mahasiswa, akademisi, dan organisasi kemahasiswaan, dalam proses pengecekan stok. Ia menilai mekanisme ini penting sebagai bentuk pengawasan silang (cross check). Meski demikian, efektivitas pelibatan tersebut dalam memastikan validitas data belum dijelaskan secara teknis.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga mengklaim telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan produksi, termasuk dampak fenomena El Nino. Upaya yang disebutkan meliputi penguatan sistem irigasi dan program strategis pertanian. Namun, belum diungkap sejauh mana implementasi program tersebut berjalan dan dampaknya terhadap produksi nasional.

Kunjungan ini mempertegas sinergi antara pemerintah dan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Di sisi lain, publik masih menanti pembuktian konkret atas klaim stok melimpah, terutama terkait akurasi data, distribusi merata, serta jaminan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.