Srikandi TNI AU Pimpin Sektor Haji di Makkah

oleh -46 Dilihat
oleh
Srikandi TNI AU Pimpin Sektor Haji di Makkah
Eneng Kusnani, kepala sektor perempuan satu-satunya di Makkah PPIH Arab Saudi 2026.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Penunjukan Eneng Kusnani sebagai Kepala Sektor (Kasektor) 3 dalam operasional haji 2026 di Makkah menyisakan sejumlah catatan penting terkait pola rekrutmen, distribusi jabatan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam layanan haji Indonesia. Eneng, prajurit TNI Angkatan Udara dengan masa dinas 28 tahun, menjadi satu-satunya perempuan yang menduduki posisi strategis tersebut di wilayah padat jemaah.

Di tengah suhu ekstrem dan kompleksitas pelayanan, kehadiran Eneng tidak sekadar simbol representasi gender. Ia memikul tanggung jawab operasional yang mencakup pengawasan pergerakan jemaah, koordinasi lintas sektor, hingga penanganan situasi darurat di lapangan. Kondisi ini menuntut ketegasan sekaligus kecepatan respons yang selama ini identik dengan struktur militer.

Dalam keterangannya, Eneng mengakui sempat meragukan kapasitas diri saat menerima mandat tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa prinsip kedisiplinan militer menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas. “Siap tidak siap, harus siap,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (2/5/2026).

Temuan di lapangan menunjukkan, peran Kasektor tidak berhenti pada fungsi administratif. Saat kedatangan jemaah Embarkasi Makassar (UPG 3), Eneng terlihat langsung terlibat membantu jemaah lanjut usia turun dari bus—indikasi bahwa beban kerja petugas masih menuntut keterlibatan fisik tinggi, di luar tugas koordinatif yang semestinya menjadi fokus utama.

Pengalaman Eneng dalam pelayanan haji sebelumnya di Sektor Khusus Nabawi, Madinah, menjadi faktor penentu penunjukan tahun ini. Namun, peningkatan tanggung jawab dari level teknis ke manajerial memunculkan tantangan baru, terutama dalam penguasaan detail persoalan jemaah hingga aspek teknis fasilitas pemondokan.

“Semua harus dipahami, dari manajemen sampai persoalan kecil di lapangan,” katanya. Pernyataan ini mengindikasikan belum optimalnya sistem pembagian kerja berbasis spesialisasi di sektor layanan haji, yang masih bertumpu pada kapasitas individu.

Dalam memimpin tim yang mayoritas laki-laki, Eneng menerapkan pendekatan fleksibel—menggabungkan pola kepemimpinan humanis dengan disiplin militer. Ia menekankan kesetaraan peran antarpetugas, sekaligus menjaga standar kedisiplinan sebagai representasi citra Indonesia di mata internasional.

Pengamatan di lapangan juga memperlihatkan bahwa tekanan kerja tinggi, kondisi cuaca ekstrem, serta jumlah jemaah yang besar menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem dukungan petugas, termasuk distribusi beban kerja dan kesiapan logistik.

Penunjukan Eneng Kusnani menjadi Kasektor perempuan tunggal di Makkah membuka ruang diskusi lebih luas mengenai profesionalisme, kesetaraan, dan efektivitas sistem pelayanan haji Indonesia ke depan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.