SPPG Banjaran Kediri Genap Setahun, Keamanan MBG Ditekankan

oleh -35 Dilihat
oleh
SPPG Banjaran Kediri Genap Setahun, Keamanan MBG Ditekankan
SPPG Banjaran Kota Kediri genap satu tahun menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjaran, Kota Kediri, genap berusia satu tahun. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap kualitas, keamanan pangan, kebersihan, serta pemenuhan gizi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak sekolah.

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-1 SPPG Banjaran digelar Sabtu malam, 19 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, pengelola dan relawan SPPG, unsur TNI-Polri, pemerintah kelurahan, serta perwakilan sekolah. Peringatan mengusung tema “Satu Tahun Bersinergi Terus Memberi Arti Pemberian Gizi”.

Dalam kesempatan itu, Vinanda menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan. Menurutnya, kualitas bahan pangan, kesegaran, kebersihan, sanitasi dan kepatuhan terhadap standar operasional harus menjadi perhatian utama karena makanan tersebut dikonsumsi anak-anak.

Vinanda juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas dapur. Masker dan sarung tangan dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kontaminasi makanan selama proses pengolahan. Selain itu, pengelola SPPG diminta konsisten menjalankan SOP serta melakukan inovasi menu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, termasuk ikan.

Penekanan tersebut menjadi semakin relevan di tengah sorotan terhadap keamanan pelaksanaan MBG di Kota Kediri. Sebelumnya, SPPG Kaliombo disuspend setelah 37 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada 17 September 2026. Hasil peninjauan di lokasi menemukan sejumlah persoalan yang kemudian menjadi bahan evaluasi, antara lain aspek sanitasi, penggunaan APD dan waktu pengolahan makanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada kemampuan dapur memenuhi target distribusi. Sistem pengawasan dari hulu hingga hilir menjadi faktor penting, mulai dari penerimaan bahan, proses penyimpanan, pengolahan, pengemasan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

Sebelumnya, SPPG Banjaran sendiri diresmikan pada 20 September 2025. Pada saat itu, SPPG Banjaran disebut mampu menyalurkan sekitar 3.220 porsi MBG setiap hari dan telah memperoleh izin dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sertifikat penjamah makanan juga diserahkan kepada SPPG Banjaran dalam rangka mendukung aspek keamanan pangan.

Selain aspek gizi, keberadaan SPPG juga menyangkut tanggung jawab sosial karena penerima manfaat utama merupakan kelompok yang membutuhkan makanan aman dan bernutrisi. Karena itu, evaluasi berkala dan keterbukaan terhadap pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan program tidak berhenti pada pemenuhan kuantitas, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan.

Dalam acara Harlah tersebut, Katino selaku Ketua Himpunan Mitra Dapur Kota Kediri juga mendorong Pemerintah Kota Kediri mengumpulkan para mitra dapur untuk menyamakan persepsi mengenai pelayanan, keamanan pangan dan pemenuhan gizi. Ia menilai evaluasi bersama diperlukan agar seluruh penyedia makanan memiliki standar pelayanan yang sama dan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan.

Dengan memasuki tahun kedua, SPPG Banjaran dihadapkan pada tuntutan menjaga konsistensi. Bagi penerima manfaat, terutama anak-anak, keamanan makanan bukan sekadar pelengkap program, melainkan bagian mendasar dari tujuan MBG itu sendiri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.