Sport Tourism Malang Dibidik untuk Dongkrak PAD

oleh -57 Dilihat
oleh
Sport Tourism Malang Dibidik untuk Dongkrak PAD
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Malang membidik sektor sport tourism atau wisata olahraga sebagai salah satu penggerak pendapatan asli daerah (PAD) dan perekonomian warga. Strategi tersebut dilakukan dengan mendorong penyelenggaraan event olahraga berskala nasional hingga internasional di Kota Malang.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menyebut perputaran ekonomi dari satu event olahraga dapat mencapai sekitar Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Potensi tersebut dinilai muncul dari belanja peserta dan wisatawan untuk akomodasi, kuliner, transportasi hingga kebutuhan selama mengikuti kegiatan.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan potensi sport tourism di Kota Malang semakin luas. Event yang digelar tidak lagi sebatas lari, sepeda, dan futsal, tetapi mulai mencakup padel, tenis, basket, serta bola voli dengan skala nasional maupun internasional.

“Karena Malang ini udaranya enak, lalu venue juga tersedia. Kenyamanan, fasilitas hotel, kulinernya menjadi daya tarik tersendiri,” kata Arif, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Arif, kombinasi fasilitas olahraga, ketersediaan hotel, sektor kuliner, serta kondisi udara menjadi modal penting Kota Malang untuk menarik penyelenggara dan peserta event olahraga dari luar daerah.

Pemkot Malang juga mengaitkan pengembangan sport tourism dengan program Seribu Even dan Ngalam Tahes. Pemerintah daerah menilai event yang digelar pihak swasta dapat menjadi bagian dari ekosistem kegiatan yang ikut menghidupkan aktivitas ekonomi kota.

Untuk memperkuat daya tarik tersebut, Pemkot Malang berupaya memberikan kemudahan dalam proses perizinan. Pemerintah juga membuka kemungkinan peminjaman lokasi apabila event menggunakan aset milik daerah, serta memberikan berbagai kemudahan lain sesuai ketentuan.

“Ketika orang ingin rekreasi ingin mengikuti even Malang pilihannya. Minggu depan akan ada even padel internasional. Kami yakin ini akan berjalan sampai akhir tahun. Jadi di tengah efisiensi kami bisa survive meningkatkan PAD lewat even,” ujar Arif.

Namun, klaim besarnya perputaran ekonomi tersebut tetap perlu dilihat secara terukur. Arif menyebut angka Rp500 juta hingga Rp1 miliar berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta pelaku UMKM. Perputaran uang itu berasal dari aktivitas ekonomi yang muncul selama event berlangsung.

Peserta dan wisatawan yang datang ke Kota Malang diperkirakan tidak hanya membelanjakan uang di lokasi pertandingan. Kebutuhan hotel, makanan, transportasi, kafe, serta berbagai layanan lainnya turut menciptakan efek berantai bagi pelaku usaha.

Pemkot Malang berharap pola tersebut dapat menjadi salah satu penyangga ekonomi masyarakat ketika aktivitas ekonomi mengalami perlambatan. Event olahraga dinilai berpotensi menjaga tingkat kunjungan sekaligus memberi ruang bagi UMKM dan sektor jasa untuk tetap bergerak.

“Dari even perputaran uang bisa mencapai Rp500–Rp1 miliar tinggal kita kalikan saja. Sport tourism ini jalan semua. Kalau ada sport tourism ada nilai investasi yang masuk ke Kota Malang. UMKM pelaku kafe bisa hidup jangan sampai mereka mati suri karena tidak ada even di Kota Malang,” kata Arif.

Dengan demikian, tantangan Pemkot Malang bukan sekadar memperbanyak jumlah event, tetapi memastikan dampak ekonominya benar-benar terukur, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap PAD serta pelaku usaha lokal. Transparansi data penerimaan daerah dan indikator manfaat ekonomi menjadi penting agar sport tourism tidak berhenti sebagai agenda kegiatan, melainkan berkembang menjadi strategi ekonomi daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.