SMK Negeri 1 Cerme Diduga Sekolah Negeri Paling Garang Mencekik Siswa Lewat Pungutan

oleh -50 Dilihat
oleh
banner 468x60

Gresik, garudasatunews.id|| Dunia pendidikan di Gresik mulai ngetren dengan pungutan dalih pembelian seragam dengan nominal jutaan Rupiah.
SMK Negeri 1 Cerme Gresik menjadi cibiran di kalangan wali murid.

Orangtua wali murid di kagetkan dengan pembayaran sebesar Rp 2.800.000 untuk siswa perempuan dan Rp 2.600.000 untuk siswa laki – laki.

Rata – rata orang tua Murid kaget dengan pungutan sebesar itu.
Pada umumnya sekolah Negeri minim bayar – bayar tapi faktanya mengalahkan sekolah swasta.

Banyak siswa yang menekan ke orang tuanya agar segera membayar bertujuan bisa melanjutkan pembelajaran.entah uang yang di hasilkan orangtuanya dari hutang ataupun menjual kepemilikannya agar si buah hatinya bisa meneruskan pendidikan.

Salah satu orang tua murid menceritakan gak tanggung- tanggung kita di suruh bayar Rp 2.600.000 loh gak kecil uang itu begitu juga sing perempuan di suruh bayar 2.800.000 gak mati ta kita dapatkan uang segitu ,” ungkapnya

Karena anak pingin sekolah Negeri eh malah ngalahin Sekolah swasta bayarnya.
Terus uang hasil pungutan itu kalo di kalikan murid kelas 1 semua sekitar mencapai 1 milyard. lalu uang e buat apa?

Tak hanya pungutan masuk senilai jutaan rupiah,
Bulanan juga semua murid kelas 1 diwajibkan bayar minimal Rp 100.000 persiswa.

Padahal Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melarang sekolah tingkat SMA/SMK negeri meminta wali murid membayar iuran wajib di luar kesepakatan bersama. Setelah calon murid dinyatakan lolos melalui tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah pilihan, mereka diwajibkan untuk melakukan daftar ulang.

Berharap APH segera menindak lanjuti Dugaan Pungutan jutaan rupiah di SMK Negeri 1 cerme Gresik agar sekolah di Gresik bersih dari pungutan Liar untuk kepentingan Pribadi oknum Guru .
(Diva)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.