Slank Kembali ke Banyuwangi, Kenang Lahirnya Kirim Aku Bunga

oleh -17 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Grup musik legendaris Slank kembali menyapa para penggemarnya di Kabupaten Banyuwangi melalui rangkaian Berani Kita Beda Tour atau Tur ke-10 Hey Slank yang dijadwalkan berlangsung di Pantai Marina Boom, Minggu (1/11/2026) malam. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda konser, melainkan juga menjadi momentum nostalgia bagi para personel Slank yang memiliki kenangan panjang dengan Bumi Blambangan.

Drummer sekaligus salah satu pendiri Slank, Bimbim, mengungkapkan Banyuwangi menyimpan memori istimewa dalam perjalanan bermusik mereka. Salah satu kenangan yang paling membekas adalah proses penciptaan lagu Kirim Aku Bunga, yang dibuat ketika Slank berada di Banyuwangi pada 1992 dan kemudian dirilis pada 1993.

Kenangan tersebut disampaikan Bimbim saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Bandara Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026). Dalam rombongan yang tiba saat itu terdapat Bimbim, Kaka, dan Ivanka. Sementara dua personel lainnya, Abdee dan Ridho, dijadwalkan menyusul.

Kedatangan Slank disambut langsung oleh Bupati Ipuk. Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mengajak para personel menikmati perkembangan dan keindahan Banyuwangi.

Dalam pertemuan tersebut, Bimbim juga mengenang perubahan Banyuwangi sejak pertama kali dikunjunginya pada 1992. Menurut dia, perkembangan daerah terlihat dari semakin banyaknya fasilitas akomodasi, termasuk hotel yang kini tersebar di berbagai kawasan.

“Banyuwangi sudah berubah banget ya. Dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” ungkap Bimbim.

Kirim Aku Bunga Jadi Kenangan Istimewa

Bagi Slank, Banyuwangi bukan hanya menjadi salah satu kota tujuan pertunjukan musik. Daerah di ujung timur Pulau Jawa itu juga memiliki catatan sejarah tersendiri dalam perjalanan kreatif grup musik yang telah puluhan tahun berkiprah di industri musik Indonesia tersebut.

Bimbim mengungkapkan, lagu Kirim Aku Bunga lahir ketika Slank berada di Banyuwangi pada 1992. Pengalaman tersebut masih melekat dalam ingatannya hingga sekarang.

“Dulu 1992 ada memori yang tidak bisa dilupa banget, kita bikin lagu ‘Kirim Aku Bunga’ itu di Banyuwangi,” jelasnya.

Sebagai bentuk nostalgia, Bimbim memastikan lagu tersebut akan masuk dalam daftar lagu yang dibawakan saat konser di Pantai Marina Boom.

“Jadi untuk mengenang memori, besok malam akan kita bawa,” tuturnya.

Sego Tempong dan Kenangan Bersama Bunda Iffet

Selain perjalanan musik, Bimbim juga menyimpan kenangan tentang kuliner khas Banyuwangi, khususnya Sego Tempong yang dikenal dengan sambalnya yang pedas.

Ia mengingat pernah menikmati makanan khas tersebut bersama ibunya, mendiang Bunda Iffet. Momen itu terjadi ketika Slank menggelar konser di Banyuwangi dalam rangkaian pembuka tur perayaan 30 tahun perjalanan band pada 2013.

Bimbim mengaku kenangan tersebut masih membangkitkan perasaan emosional sekaligus kerinduan terhadap sang ibu.

“Iya dulu (mencicipi Sego Tempong) sama Bunda. Sedih sih, tapi ya kalau saya ingat Banyuwangi tuh ingatnya nasi tempong. Sambelnya bikin nagih,” ungkapnya.

Slank Kunjungi Pendopo Sabha Swagatha Blambangan

Setelah tiba di Banyuwangi, rombongan Slank melanjutkan kunjungan ke Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. Mereka didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono untuk melihat sejumlah bagian bangunan bersejarah tersebut.

Para personel diajak mengunjungi beberapa fasilitas pendopo, termasuk guest house atau penginapan berbentuk bunker yang biasa digunakan untuk menerima tamu kehormatan.

Rombongan juga menyempatkan diri melihat Sumur Sritanjung yang berkaitan dengan legenda asal-usul Banyuwangi, serta rumah tradisional masyarakat Suku Osing.

Kunjungan ini memperlihatkan bahwa hubungan Slank dengan Banyuwangi tidak hanya terbangun melalui panggung hiburan, tetapi juga melalui pengalaman personal, perjalanan kreatif, kuliner, dan kekayaan budaya daerah.

Kehadiran Slank dalam rangkaian tur tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Banyuwangi untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan budayanya kepada para penggemar musik dari berbagai daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.