Siswa SMAN 2 Bangkalan Terjerat Kabel Telepon di Jalan, Korban Sempat Kejang dan Sesak Napas

oleh -31 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261009-WA0010

BANGKALAN, Garudasatunews.id — Nasib naas menimpa Ibra Ali Rizky, siswa kelas XII SMAN 2 Bangkalan. Lehernya terjerat kabel telepon yang menjuntai di tengah jalan saat melintas di pertigaan lampu merah Senenan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026). Akibat insiden kecelakaan tunggal tersebut, Ibra mengalami luka sayat serius di bagian leher hingga harus dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD).

Peristiwa bermula saat Ibra mengendarai sepeda motor seorang diri untuk perjalanan pulang sekolah. Di saat bersamaan, sebuah bus berukuran besar melintas dari arah utara dan tersangkut kabel telepon yang membentang terlalu rendah. Tarikan bus tersebut membuat kabel terlepas dan jatuh melintang tepat di badan jalan.

Korban yang melintas sesaat setelahnya tak sempat menghindari kabel yang melayang. Kabel tersebut langsung menjerat leher Ibra hingga membuatnya terkejut, kehilangan kendali kendaraan, dan jatuh tersungkur. Helm yang dikenakan korban berhasil melindungi kepalanya dari benturan keras ke aspal.

Warga dan pengendara di sekitar lokasi langsung berhamburan memberikan pertolongan. Menurut saksi mata, korban sempat mengalami kejang-kejang usai terjatuh dari motornya.

Kepanikan dirasakan oleh orang tua korban, Kun Budiati, saat menerima kabar dari pihak sekolah. Ia langsung bergegas menuju RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan setelah mengetahui putranya mengalami sesak napas berat akibat luka di leher.

“Ibu, Ibra kecelakaan di Senenan. Saya langsung telepon lagi, katanya sudah dibawa ke UGD karena Ibra tidak bisa bernapas dan sesak akibat lehernya luka. Kata anak saya, ada bus besar dari arah utara yang nyantol ke kabel, lalu kabelnya jatuh ke leher anak saya. Tadi di UGD langsung ditangani oksigen dan infus,” tutur Kun Budiati.

Setelah mendapatkan penanganan medis intensif, kondisi Ibra kini dilaporkan mulai membaik dan stabil. Pihak rumah sakit telah melepas penanganan infus setelah kondisi korban menunjukkan kemajuan positif.

Seperti dilansir dari Rakyat terkini.com, Di lokasi menunjukkan bahwa penataan kabel telepon di kawasan pertigaan Senenan memang kurang terawat dan posisinya terbilang sangat rendah. Risiko keselamatan pengguna jalan makin meningkat mengingat kawasan tersebut juga tengah berlangsung pekerjaan pembangunan saluran drainase. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pihak terkait untuk segera membenahi instalasi kabel yang membahayakan nyawa pengendara.
(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.