Siswa Gresik Dorong Program Sampah ke DPRD

oleh -38 Dilihat
oleh
Siswa Gresik Dorong Program Sampah ke DPRD
foto tiga siswa SMAN 1 Driyorejo beraudensi dengan F-PKB DPRD Gresik memperingati Hari Bumi
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Momentum Hari Bumi 2026 dimanfaatkan sejumlah pelajar SMAN 1 Driyorejo untuk menekan pemerintah daerah agar lebih serius menangani persoalan sampah yang dinilai belum tertangani optimal di Kabupaten Gresik. Dalam forum dialog publik bertema “Taubat Ekologi” yang digelar Fraksi PKB DPRD Gresik, para siswa menyodorkan gagasan konkret berbasis riset lapangan.

Tiga siswa kelas X, Junnatun Nafiah, Krisna Wahyu Sahaja, dan Chantika Amira Ramadhani, secara langsung menyampaikan usulan program bertajuk TEPAR di hadapan Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Ketua Fraksi PKB Imron Rosyadi, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup. Program tersebut merupakan integrasi dari konsep TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle), pembentukan Polisi Sampah, dan penyediaan Water Refill Station.

Para pelajar menilai persoalan utama bukan semata rendahnya kesadaran masyarakat, melainkan minimnya dukungan fasilitas yang memadai. Mereka menyoroti keterbatasan akses isi ulang air minum sebagai salah satu faktor tingginya penggunaan plastik sekali pakai.

“Kami melihat kesadaran sudah ada, tapi fasilitas belum mendukung. Banyak yang ingin mengurangi plastik, namun terbentur sarana,” ujar Junnatun Nafiah, Minggu (26/4/2026).

Forum tersebut juga membuka ruang bagi kalangan akademik untuk memaparkan temuan riset. Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya mengungkap indikasi serius pencemaran mikroplastik di wilayah Kepulauan Bawean. Sejumlah sampel biota laut seperti ikan layur, cakalang, zooplankton, anggur laut, hingga mangrove dilaporkan telah terkontaminasi, yang diduga kuat berasal dari limbah plastik di kawasan pesisir.

Temuan ini memperkuat urgensi intervensi kebijakan berbasis data, sekaligus menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Fraksi PKB DPRD Gresik dalam forum tersebut turut mendorong penerapan kebijakan internal yang lebih ramah lingkungan, seperti pelarangan penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK), penerapan sistem paperless, serta pembatasan plastik dan styrofoam dalam kegiatan resmi pemerintahan.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyatakan dukungan terhadap inisiatif generasi muda, namun belum merinci langkah konkret atau tenggat implementasi dari aspirasi yang disampaikan.

Di sisi lain, gerakan yang diinisiasi pelajar SMAN 1 Driyorejo disebut berangkat dari aktivitas sederhana yang berkembang menjadi aksi kolektif berbasis kesadaran lingkungan. Program ini juga menjadi bagian dari partisipasi mereka dalam ajang Jawa Timur Young Changemaker Award 2026 (JAYCA), yang menitikberatkan pada pendekatan riset dan advokasi kebijakan.

Situasi ini menegaskan adanya kesenjangan antara kesadaran publik, temuan ilmiah, dan respons kebijakan yang masih perlu diuji konsistensinya di tingkat implementasi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.